KRUI, WAKTUINDONESIA– Kericuhan nyaris kembali terjadi saat sejumlah massa kembali menggelar aksi menolak lanjutan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Pesisir Barat (Pesibar) yang sempat terhenti sebelumnya, Selasa, (15/12).
Ledakan gas air mata memecah barisan massa yang mulai kembali melempar botol ke arah barikade aparat. Namun massa berhasil dipukul mundur hingga kocar-kacir mencari tempat berlindung.
Di lokasi kejadian, Kapolres Lampung Barat (Lambar), AKBP. Rachmat Tri Haryadi mengimbau massa untuk menyampaikan aspirasi dengan damai, tanpa melakukan tindakan anarkis.
‘Silakan bapak-bapak kembali berorasi sesuai dengan aspirasinya masing-masing. Tolong jangan merusak fasilitas negara. Ingat, di sini TNI-Polri menjaga bapak-bapak dan jalannya proses pleno (KPU),” kata Kapolres.
Kepolisian yang dibekali dengan helm dan tameng bersiaga mengantisipasi kerusuhan yang lebih besar. Kapolres kembali mengingatkan massa untuk menyampaikan aksi dengan damai.





