LAMPUNG BARAT, WAKTUINDONESIA – Pengaspalan jalan Liwa – Ranau, tepatnya di Pemangku Bedeng Pekon (Desa, Red) Padangcahya Kecamatan Balikbukit Kabupaten Lampung Barat, Rabu, 26 Oktober 2022 pagi, menjadi sorotan.
Pasalnya, penghamparan aspal dilangsungkan saat kondisi badan masih basah.
Ya, pada hari itu Padangcahya dan sekitarnya memang diguyur hujan sejak sekitar 16 jam terakhir.
Anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat, Heri Gunawan yang sempat melintas di jalan yang ditingkatkan itu lansung bereaksi.
“Aspal digelar tanpa memperhatikan isyarat tehknis penggelaran aspal. Seperti pengecekan suhu aspal sebelum digelar oleh pengawasan yang berhak,” ujarnya.
“Bahkan aspal digelar di badan jalan yg masih tergenang oleh air hujan yg mengguyur daerah setempat hampir 16 jam,” kata anggota DPRD Lampung Barat tiga periode asal Partai Demokrat (PD) ini.
Menurut politisi warga Padangcahya ini, ada semacam SOP (Standar Operasional Prosedur, Red) dalam penghamparan aspal.
Dikatakan, secara garis besar, aspal yang digelar harus mencapai suhu minimum tertentu.





