WAKTUINDONESIA, LIWA -Terdapat 25 pekon/desa di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) yang kerap terjadi konflik antar manusia dan satwa. Kejadian ini kerap menimbulkan kerugian materil bagi masyarakat setempat.
Buku peta jalan ini merupakan hasil rancangan Pemkab Lambar bersama Wildlife Conservation Society Indonesian Program (WCSIP) yang dilaunching langsung oleh Pj. Bupati Lambar, Nukman di Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat, Kamis (21/12/2023).
Launching buku road map dihadiri 79 orang peserta, terdiri dari OPD Kab Lambar, Intansi Vertikal, Camat, Peratin, NGO, perusahaan, perbankan dan Stake Holder terkait dengan menghadirkan tiga narasumber, diantaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah dan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
Pj. Bupati Lambar Nukman mengatakan, peta jalan ditujukan untuk mengintegrasikan kearifan lokal dan melibatkan berbagai pihak baik pemerintah maupun non pemerintah, serta masyarakat. Dengan hadirnya langkah ini, diharapkan dapat menjadi solusi dalam menangani konflik manusia dan satwa liar di wilayah Kabupaten Lampung Barat.





