Bupati Terkelin Brahmana Rancang Regulasi SOP New Normal Pariwisata

313

KARO, WII – Pemerintah kabupaten (pemkab) Karo, Sumatera Utara (Sumut) kini tengah menyiapkan formula menghidupkan kembali pariwisata di tengah pandemi Covid-19.

“Jika objek wisata dibuka maka pemerintah daerah harus siap dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Bupati Karo Terkelin Brahmana, Selasa (16/6).

Karenanya ia menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Karo memersiapkan SOP di lingkungan masing-masing.

“SOP ini nantinya akan menjadi jelas apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam pemberlakukan new normal nanti yang juga akan melibatkan unsur TNI/Polri,” kata Bupati Terkelin Brahmana menjawab pertanyaan wartawan terkait persiapan Kabupaten Karo menuju fase new normal di sela-sela rapat kordinasi tahapan pilkada di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karo.

Untuk itu, saat ini Pemkab Karo telah merancang regulasi SOP detail dari protokol kesehatan dalam masing-masing sektor. Esensinya, kanjur dia, pengetatan protokol kesehatan di semua lini dan sektor. Hal ini dilakukan agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat mengunjungi pariwisata di Karo.

“Untuk menjaga citra wisata Kabupaten Karo sebagai tujuan favorite pariwisata di Sumatera Utara dibutuhkan SOP protokol kesehatan yang berfokus pada kesehatan, kebersihan dan keamanan tersebut masih disusun secara terperinci dan dipersiapkan oleh tim teknis dan juga oleh OPD masing-masing,” ujarnya.

Bupati mengaku sesuai instruksi pemerintah pusat, seluruh destinasi wisata Kabupaten Karo ditutup pada masa pandemi Covid-19. Hingga saat ini sudah sekitar tiga bulan tak ada aktivitas apapun di lokasi wisata.

“Dampaknya, melenyapkan mata pencaharian orang-orang yang terlibat di dalamnya. Itu termasuk pelaku dan masyarakat yang memanfaatkan destinasi wisata. Industri kuliner hingga kreatif pun mati suri. Hingga sekarang masih ditutup. Kami masih menunggu instruksi pusat dan Pemrov Sumut untuk aktivitas wisata,” sebut Terkelin.

BACA JUGA:  Tak Ada Campur Tangan Pemkab, Wisata Jaya Manggala Peninggaman Diklaim Milik Pribadi

“Sosialisasi dan edukasi new normal wisata ini juga harus betul-betul sampai ke masyarakat khususnya para pelaku wisata dan stakeholders. Dan bila saatnya nanti dengan diberlakukannya new normal, maka kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali pulih, setelah sebelumnya terpuruk dampak pandemi Covid-19 ini, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada,” pungkasnya.

Laporan: Rekro G Tarigan, Karo

Facebook Comments