Namun, Ira juga tidak menampik untuk saat ini telah terjadi kasus DBD lokal di Lambar. Dalam arti dibeberapa wilayah di Lambar kini telah terjadi pengembangbiakan nyamuk yang membawa penyakit virus DBD. Walapun, sebelumnya Lambar di klaim merupakan tempat yang sulit dijadikan tempat pengembangbiakan nyamuk tersebut.
“Seiring berubahnya iklim yang terjadi tidak menutup kemungkinan nyamuk dapat berkembang biak disini,” ucapnya.
Masih kata Ira, sejauh ini terdapat lima kecamatan dengan angka kasus DBD tertinggi. Yakni, Kecamatan Balik Bukit dengan 28 kasus, Kecamatan Sumber Jaya 12 kasus, Kecamatan Sukau 10 kasus, Kecamatan Way Tenong delapan kasus dan Kecamatan Sekincau lima kasus.
“Seperti di Pekon Buay Nyerupa, Sukau kemarin kita lakukan foging karena dalam rentan waktu seminggu didapai 3 kasus. Dengan kondisi iklim ditambah mobilitas masyarakat yang tinggi melakukan perjalan keluar daerah tidak menutup kemungkinan dapat terjangkin ataupun membawa nyamuk dari wilayah luar masuk ke Lambar,” katanya.
Dengan tingginya angka kasus dalam lima bulan terakhir, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agak melakukan pola hidup bersih dengan menerapkan PSM dan 3M plus di lingkungan sekitar.
“Jangan malas untuk melakukan gotong royong mingguan membersihkan lingkungan sekitar yang diselenggarakan oleh pekon, karena dalam 10 rumah delapan rumah melakukan PSM dan dua rumah tidak melakukan akan sia-sia. Penyebaran DBD dapat terus terjadi,” pungkasnya.
(swi/esa/wii)





