Tebus Pupuk Subsidi harus Beli Non Subsidi? Pemilik Kios yang Perangkat Desa Ungkap Hal tak Terduga

1539

DAIRI, WII – Petani di Desa Sigambir-gambir Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut) mengeluhkan adanya dugaan pemaksaan untuk membeli pupuk non subsidi. Jika tidak, pupuk subsidi tak didapat.

Padahal petani tersebut telah masuk dalam kelompok tani (Poktan) yang datanya telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Namun, saat melakukan penebusan pupuk subsidi yang di kucurkan pemerintah sesuai RDKK ke kios pengecer. Mereka mengaku tak diberikan pupuk bersubsidi jika tak membeli pupuk non subsidi merk phonska plus.

Keluhan itu diungkap Ketua Kelompok Tani Dahlia RS (47), yang berada di Dusun II Peabianjara

“Kami mau tidak mau harus menebus karna kebutuhan pertanian,” ujar RS.

“Kami mengharapkan pihak pemerintah agar menindak kios pengecer subsidi yang menyalah gunakan wewenang. Karena tidak semua anggota poktan mampu membeli pupuk non subsidi,” lanjut RS lagi.

Para awak media, Selasa (23/6/2020) menkonfirmasi UD Erick Mora, kios pengecer pupuk bersubsidi yang berada di Desa Sigambir-gambir. Sayang pemilik kios itu tak berada di tempat.

Awak pun media cari informasi, ternyata sang pengecer berada di kantor desa.

Yang mengejutkan, ternyata pemilik kios itu menjabat sebagai sekretaris desa (Sekdes). Mencengangkan lagi, ternyata ia juga anak kepala desa di Desa Sigambir-gambir.

Dia pun menjelaskan secara rinci. Ia juga mengakui mengharuskan membeli pupuk non subsidi jika ingin pupuk subsidi.

“Kami di desa ini ada sembilan kelompok tani. Di Dusun I Sigambir-gambir ada empat kelompok tani, Dusun II Pea Binjara ada tiga kelompok tani, Dusun III Nanggar Boang ada dua kelompok tani,” ungkap pemilik kios ErickMora.

“Jenis-jenis pupuk subsidi dan distributornya, Pupuk Urea Distributornya Manik Pratama. Pupuk ZA, Phonska, Organik, SP 36 distributornya Prima Tani. Tetapi kami dipaksakan menebus Phonska plus non subsidi kalau tidak pupuk subsidi tidak disalurkan oleh pihak distributor. sehingga kami juga sebagai pihak kios pengecer memaksakan ketua dan anggota kelompok tani untuk membeli phonska plus,” ujar sang oknum sekdes pemilik UD ErikMora Kios pupuk bersubsidi tersebut.

BACA JUGA:  Sebelum Daftar Pemutihan Pajak Kendaraan di Lampung, Simak Biaya yang Dibebaskan dan Dibayar

UD ErickMora menambahkan, semua kios pengecer pupuk subsidi yang ada di kecamatan itu juga menrrapkan hal serupa untuk kelompok tani. “Bukan cuma kios kami,” tambahnya.

(rhm/wii)

Facebook Comments