Diskes Pesibar Beber Klaster 4 Warganya yang Positif Corona, Kini Total 6 Kasus

186

Foto: ist/ Pemkab Pesisir Barat

KRUI, WII-Empat warga Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) yang berasal, klaster, dari Pondok Pesantren Temboro, Jawa Timur, dinyatakan positif terpapar Covid-19. Penambahan tersebut mengakibatkan jumlah positif Covid-19 menjadi enam orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pesisir Barat (Pesibar), Tedi Zadmiko, menyatakan bahwa empat pasien baru yang terkonfirmasi positif Covid-19, merupakan Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Temboro, Magetan, Jawa Timur (Jatim). Dimana pada saat kembali ke ponpes dilakukan rapidtest dengan hasil reaktif sehingga dilakukan tindak lanjut dengan swabtest.

“Semuanya yang terkonfirmasi positif merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Saat ini mereka sedang menjalani isolasi, dan selama menjalani isolasi diberikan makanan bergizi, buah-buahan, obat, dan vitamin agar dapat mendorong mereka dapat segera sembuh atau negatif, dan bila mereka telah negatif nantipun gugus tugas Pemkab Pesibar akan menyediakan transportasi untuk mereka kembali ke ponpesnya,” papar Tedi.

“Mereka menjalani swab test setelah sebelumnya diadakan rapid test dengan hasil reaktif dan Hasil swab test pada 5 Juli lalu hasilnya positif Covid-19,” tuturnya.

Kepada masyarakat Pesibar, Tedi juga menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat Pesibar, agar bisa memberikan doa dan dukungan, dengan harapan keempat yang terkonfirmasi positif itu segera sembuh atau negatif. “Sehingga mereka dapat segera kembali melanjutkan pendidikan dan pembelajaran di pondok, jangan sampai ada diskriminasi, pengucilan, cemooh, dan sebagainya, baik terhadap anak-anak pondok ini maupun anggota keluarganya, ini adalah penyakit bukan aib, tidak ada satupun yang menginginkan adanya penyakit ini, dan siapapun bisa terkena, kita semua harus kompak saling dukung untuk bersama-sama melawan Covid-19 ini, dan agar kita semua dapat mematuhi protokol kesehatan agar dapat memutus mata rantai penyebaran penyakit Covid-19,” pungkasnya. (noe)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Diduga Cabuli 7 Santrinya, Oknum Guru Mengaji di Mesuji: 'Saya Khilaf'