Dalih Beli Matrai, Kepsek di Tubaba Sunat Dana KIP

90

TUBABA, WII – Kepala  SDN 2 Satu Atap Gedung Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada setiap siswa penerima dana Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Pasalnya, kurang lebih dari 80 siswa penerima Dana KIP yang berada di sekolah tersebut dipotong langsung oleh kepala sekolahnya tanpa pemberitahuan kepada wali murid terlebih dahulu, terkait kegunaan pemotongan dana tersebut.

Seperti yang diungkapkan salah satu orang tua murid yang berinisial (YN) mengatakan, dari dua tahun yang lalu setiap dana KIP keluar selalu dilakukan pemotongan oleh kepala sekolah tersebut.

“Benar mas, anak saya mendapatkan bantuan dana KIP sebesar 450 perbulan setiap pencairan triwulan sekali. Tapi saat anak saya menerima dana tersebut tidak sesuai dengan yang seharusnya diterima mas”, ungkapnya saat diwawancarai waktuindonesia.id, dikediamannya, Rabu (8/7).

YN mengungkapkan, praktik pemotongan tersebut telah berlangsung sejak dua tahun terakhir, nilai dari pemotongannya pun bervariasi, mulai dari 30 ribu rupiah persiswa.

Ia juga melanjutkan, dulu waktu pertama kali ada potongan dana tersebut kepala sekolah mengatakan bahwa dana tersebut untuk membangun gerbang sekolahan. Tapi nyatanya, sampai dengan saat ini tidak juga dibangunkan gerbang sekolah tersebut.

Di tempat terpisah, Kepala SDN 02 Gedung Ratu, Eko Budi Suprayitno sendiri tidak menampik telah melakukan pemotongan dana tersebut. Ia beralasan, pemotongan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) tersebut digunakan untuk biaya adminitrasi.

“Benar mas adanya pemotongan dana tersebut, tapi itu semua untuk biaya adminitrasi seperti untuk membeli materai dan sebagainya saja mas, dan itupun seikhlasnya dari wali murid masing-masing,” ungkap dia. (agt/wsn/WII)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Begini Cara STIAI Al-Ma'arif Peringati HUT RI ke-75 dan Sonsong Tahun Baru Islam