Inspektorat Pesibar, Benarkan Adanya Pemotongan Gaji Aparatur Pekon Pahmungan

192

KRUI, WII – Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), membenarkan adanya pemotongan gaji aparatur Pekon Pahmungan Kecamatan Pesisir Tengah.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemanggilan Peratin Pekon Pahmungan, Nopen Sihando oleh Inspektorat setempat, pada Jumat (17/7) lalu.

Demikian dikatakan Irban I, Barohman, mendampingi Inspektur, Edy Mukhtar, ketika dikonfirmasi, Senin (20/7), bahwa pihaknya membenarkan adanya pemotongan gaji aparatur pekon.

Namun demikian, menurut Barohman, berdasarkan keterangan peratin yang disampaikan dalam pemanggilan tersebut bahwa pemotongan itu dengan dalih berdasarkan kesepakatan para aparaturnya, yang disepakati pada 13 Juni lalu.

“Menurut keterangan peratin bahwa sebelumnya peratin itu tidak mengetahui adanya pemotongan gaji aparatur, dan setelah ditelusurinya ternyata memang benar adanya. Namun itu sudah kesepakatan aparaturnya,” kata Barohman.

Menurut Barohman, peratin tersebut juga mengatakan jika tujuan dari pemotongan tersebut adalah untuk insentif kepada salah satu pemangku yang baru dimekarkan pada tahun lalu.

“Tujuannya untuk membayar insentif salah satu pemangkunya yang baru dimekarkan, yang sebelumnya untuk gajinya tidak bisa dianggarkan,” katanya.

Ia menandaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera menjadwalkan pemanggilan terhadap seluruh aparatur Pekon Pahmungan untuk dimintai keterangan berkaitan ihwal dimaksud.

“Sesegera mungkin aparaturnya akan kita panggil juga,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Peratin Pekon Pahmungan Kecamatan Pesisir Tengah, Nopen Sihando, diduga melakukan pemotongan gaji aparatur pekon yang sudah berlangsung sejak Januari 2020 lalu.

Menurut salah seorang warga setempat yang enggan namanya disebutkan, bahwa dugaan pemotongan gaji aparatur di Pekon Pahmungan tersebut sejak Januari 2020 hingga bulan ini.

“Sudah enam bulan ini, akan tetapi pemotongan gaji itu sudah berdasarkan kesepakatan bersama. Mungkin karena ada yang harus ditutupi oleh peratin,” ucapnya.

BACA JUGA:  Siaga! Potensi Awan Panas Gunung Sinabung 700 Derajat Celcius Kecepatan 100 Km per Jam

“Masih kata dia, saat ini aparatur pekon setempat menerima gaji sebesar Rp1,8 juta dari yang seharusnya sebesar Rp2 juta. “Akan tetapi karena memang itu merupakan hasil kemupakatan, sehingga tidak ada tuntutan dari aparatur pekonnya,” pungkasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah Peratin Pahmungan, Nopen Sihando, melalui sambungan ponselnya, Senin (29/6), membantah terkait adanya informasi dugaan pemotongan gaji aparatur pekon dimaksud.

“Tidak betul itu, tanya saja sama aparat,” bantah Nopen yang langsung menyerahkan ponselnya kepada Juru Tulis (Jurtul), Sabik.

Kepada wartawan, Jurtul, Sabik juga membantah dugaan pemotongan gaji aparatur di pekon tersebut.

“Pada dasarnya tidak ada pemotong-pemotongan. Kenapa kok dipotong-potong, itu kan jelas hak mereka (aparatur pekon),” kata Sabik.

“Peratin menyerahkan ke saya agar jelas bahwa apa yang disampaikan peratin itu bukan yang mengada-ada, dan memang aparaturnya saat ini ada semua karena kami sedang kumpul,” sambungnya.

Sabik juga menjelaskan jika selama ini gaji aparatur pekon sebesar Rp2 juta lebih, dan diserahkan tanpa ada pemotongan atau pengurangan. “Persisnya gaji aparatur sebesar Rp2 juta sekian, sesuai dengan Perbupnya,” pungkasnya. (ers/WII)

Facebook Comments