Dari pertemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam masalah ini, ada beberapa hal yang dilanggar oleh pihak klub sepakbola tersebut yaitu unsur etika budaya, adat dan juga unsur hukum.
Bahkan Raja Julio Sinambela berpandangan bahwa dalam hal ini dapat dikategorikan sebagai penghinaan dan pelecehan terhadap pahlawan Kemerdekaan Nasional, penghinaan terhadap keluarga Raja Sisingamangaraja XII dan penghinaan terhadap adat dan Budaya suku Batak pada umumnya dengan memasangkan wajah Raja Sisingamangara XII secara animasi dan jauh dari rupa
wajah Sisingamangaraja XII yang dikenal luas oleh masyarakat.
Tagor Aruan, selaku tokoh Pemuda yang pernah bertindak sebagai Ketua Panitia Seminar Nasional Tentang Kepahlawanan Raja Sisingamangaraja XII di Medan dalam rangka memperingati hari Pahlawan, 10 November 2019 bekerja sama dengan Dirjend Kebudayaan RI saat itu, sangat
menyayangkan timbulnya masalah ini.
Bahkan dia sampai menitikkan airmata saat melihat wajah Ompu Raja Sisingamangaraja XII dilukis secara animasi dan terkesan sangat asal-asalaan.
Dan lebih sangat disayangkan lagi apabila hal ini dilakukan oleh tokoh-tokoh Batak sendiri. Ini sungguh sangat mencederai rasa hormat kita kepada Pahlawan bangsa ini, rasa hormat terhadap Adat dan Budaya Batak itu sendiri.
“Kita tentunya sangat mengapresiasi siapa saja yang berniat atau berkeinginan
mengangkat nama Pahlawan kita tersebut, mengangkat nama Batak, tapi tentunya harus dilakukan dengan baik dan tepat dalam penempatannya.”
“Nama dan sosok pahlawan Nasional belum pernah kita ketahui disematkan pada Club-club sepakbola. Seyogianya pada nama bandara, pelabuhan, universitas dan ibukota negara serta figur lainnya yang menggambarkan sesuatu yang sangat hormat,” sebutnya.
Disisi lain, John Tulus Sitompul mempertanyakan penggunaan nama club sepakbola tersebut. Apakah benar telah mewakili daerah atau suku asal club tersebut?
Dari pertemuan tersebut, disepakatii bahwa Forum Sisingamangara XII yang juga mewakili keluarga akan segera menyurati pihak Club sepakbola tersebut agar segera memberikan klarifikasi dan
meminta maaf secara terbuka dan segera mencabut gambar Raja Sisingamangaraja XII dari logo tersebut.
Pertemuan tersebut didukung oleh beberapa tokoh senior dari Masyarakat Batak seperti JR. Sinaga, CP Nainggolan, Lindung Pandiangan, Maslen Sinaga, Fernando Simanjuntak dan dihadiri oleh peserta lainnya dari Forum Sisingamangaraja XII : Rico Ambarita, Donald Pandiangan dan juga dihadiri oleh
beberapa tokoh Pemuda yang juga duduk sebagai pengurus DPP KIB seperti Eddin Sihaloho, Jhon Tulus Sitompul, Susi Simanjuntak, M. Pardede, Alfiner Situmorang, Tri Dharma Supayung, Saut Bakara, Farel Panjaitan, Monetaris Butarbutar, Oktavianus Hutahaean, Erwin Hutabarat, Marganda Manullang,
Umriza dan juga Praktisi-praktisi Hukum yang juga duduk di Biro Hukum KIB seperti Jonni Silitonga yang juga ketua Peradi Deli Serdang, Mesta Naibaho, Irwan Habeahan, Hans Sihaloho, Christine Banjarnahor serta Para Ulubalang KIB diantaranya Vittor Sitompul, Manurung, Sahat Sinaga, Rolan Silaen dan lain-lain.
(rek/Wii)





