Harga Cabai Anjlok Bersamaan Pandemi Corona, Petani: Ngadu ke Siapa?

334

WAYKANAN, WII – Petani cabai di Kampung
Banjarnegara, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Waykanan, Lampung mengeluhkan merosotnya harga cabai di daerah tersebut.

Petani kian lesu kala harga komoditi yang terasa pedas itu berbarengan dengan pandemi covid-19.

Seorang petani cabai, Safarudin, Selasa (4/8) mengatakan, harga cabai merah berkisaran kini hanya Rp17 ribu per Kg. Biasanya bisa mencapai Rp40 ribuan. Sementara cabai rawit yang biasanya Rp45 ribuan di petani sekarang kebanyakan menjual dengan harga Rp20 ribu,” ujarnya.

Tak pelak, kondisi itu bedampak pada merosotnya penghasilan petani cabai. Meski buah menyedap rasa itu tergolong memuaskan.

“Untuk hasil panen sebanarnya terbilang lumayan bagus, tetapi harga yang merosot tetap membuat kami sedikit merugi. Hasil penjualan tidak sesuai dengan modal yang kami kekuarkan,” ungkap Safarudin.

Dilanjutkan, modal yang harus ia rogoh kala bertani cabai seluas 2 hektar mencapai Rp60 juta.

Para petani bingung harus mengadu ke siapa, selain berharap pemerintah setempat turut mencari solusi guna menstabilkan harga cabai di pasaran.

“Mudah-mudah pemerintah punya solusi untuk menstabilkan harga cabai ini. Jadi kami tidak terlalu rugi,” pungkasnya.
(roy/wii)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Untuk UMKM, BI dan Disporapar Lambar Sosialisasi QRIS, Apa Tuh?