Patahkan Anggapan Sebagian Warganya, Bupati Eka: Kearifan Lokal Ada Dalam Diorama Gedung Juang 45 Tambun

176
Gedung Juang 45. Foto: Ahmad Arvan, Waktuindonesia.id

BEKASI, WII – Revitalisasi bangunan cagar budaya Gedung Juang 45 Tambun yang berada di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat oleh sebagian masyarakat dirasakan tidak sesuai dengan budaya dan sejarah Bekasi serta tidak ada untuk mengangkat kearifan lokal Bekasi.

Berbeda dengan anggapan tersebut, Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja. Ia menegaskan bahwa kearifan lokal ada di dalam diorama Gedung Juang, hal itu dikatakan Bupati saat kunjungan revitalisasi Gedung Juang 45, Jumat (07/08/2020).

Katanya, Gedung Juang 45 Tambun jika dibiarkan maka akan hancur. Ini menjadi alasan pemerintah daerah berkomitmen melestarikan, mengembangkan, dan memberdayakan sejarah, kesenian dan kebudayaan daerah.

“Maka dilakukan revitalisasi. Dimana kearifan lokal ada di dalam diorama.”

Isi kontennya, kata dia, tentang sejarah dan budaya perkembangan Bekasi tempo dulu, sekarang dan akan datang.

“Upaya revitalisasi nanti akan ada konten yang menceritakan tentang Bekasi tempo dulu, Bekasi sekarang dan Bekasi 100 tahun yang akan datang,” katanya.

Ke depan, kata bupati, Gedung Juang 45 Tambun menjadi destinasi wisata sejarah, kesenian dan budaya yang ada di Kabupaten Bekasi. Pengunjung dapat mengetahui dan mempelajari tentang sejarah dan budaya Bekasi. Dengan selesainya revitalisasi Gedung Juang 45 Tambun, Dinas Pendidikan akan membuat program untuk pelajar yang berada di Bekasi. Agar berkunjung ke Gedung Juang 45 Tambun untuk mempelajari sejarah, kesenian dan budaya Bekasi. Sehingga jati diri Bekasi tidak akan hilang.

“Pelajar tidak perlu pergi jauh keluar kota, cukup berkunjung ke gedung juang. Mempelajari sejarah, kesenian dan budaya Bekasi,” pungkasnya. (van/wii)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Akhir Liburan Nataru, Arus Lalin Deli Serdang - Serdang Bedagai dan Berastagi - Medan Terpantau Lancar