Alumni Unila itu mengatakan gerakan tersebut sebelumnya pernah dilakukan sejak pada 2014. Selain itu upaya audiensi pun telah beberapa kali dilakukan oleh pihaknya. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan dari rumah bersejarah itu.
“Selain mengumpulkan dukungan, kami juga akan melakukan advokasi dan pendekatan secara persuasif kepada pemerintah agar gerakan ini terkawal,” pungkasnya.
Sementara itu, Een Riansah menambahkan bahwa “Forum Penyelamat Daswati” adalah sebuah forum yang bersifat terbuka. Jadi bagi siapapun yang ingin bergabung dan berjuang bersama sama menyelamatkan Rumah Daswati kami persilakan.
“Tidak ada forum di luar Forum Penyelamat Daswati ini, kita harus satu komando, agar gerakan lebih masif dan terstruktur. Karena itu kami tentunya mengharapkan dukungan dari semua elemen masyarakat untuk terlibat,” ungkapnya.
Sementara itu, merespon apa yang disampaikan oleh Pemprov melalui Wakil Gubernur, “Forum Penyelamat Daswati” akan mengawal kinerja Pemprov, agar Pemprov dapat secara transparan dan sungguh sungguh, jangan menjadi formalitas belaka. (Fik/WII)





