Ini 2 Larangan bagi Pemegang HGB Situ Cibeureum

184

BEKASI, WII – Keinginan masyarakat untuk menyelamatkan fungsi Situ Cibeureum, Tambunan Selatan, Kabupaten Bekasi mendapat dukungan dari Kementerian ATR/BPN.

Dalam rapat koordinasi yang digelar Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Jumat (14/08/2020) ada enam point’ yang disepakati tertuang dalam berita acara.

Salah satu point yang disepakati itu sangat menarik dan penting untuk segera ditindaklanjuti yakni, berkaitan dengan HGB (hak guna bangunan).

“Jika sempadan Situ sudah dikuasi oleh pihak ketiga, maka perlu dipertimbangkan untuk tidak diperpanjang HGB-nya. Dan tidak diperkenankan membangun di sempadan Situ selama HGB masih berlaku,” kata Budiyanto, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, usai menghadiri rapat koordinasi.

Sebagai tindaklanjutnya, akan diadakan pertemuan dikantor Pemda Kabupaten Bekasi, yang berlokasi disekitar Situ Cibeureum untuk menyepakati batas-batas Situ. “Saat ini juga sedang disusun kegiatan insdal di DAS kali Bekasi yang diantaranya memasukkan Situ Cibeureum,” katanya.

Selain itu, juga akan mengenalkan 3R dalam menangani Situ, yaitu Right, Restrictions, dan Responsibilities. “Intinya kesepakatan yang tertuang dalam berita acara akan segera ditindaklanjuti. Semua ini untuk kepentingan masyarakat. Kita berjuang juga untuk rakyat,” ujarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut, terdapat perbedaan luas Situ Cibeureum. Deliniasi citra badan air eksisting, sumber google earth tahun 2019 mencatat luasan badan air 19 hektar, luasan dengan sempadan 32 hektar. Hasil tracking lapangan batas alamiah situ mengikuti kontur tertinggi badan air yang pernah terjadi, luasan badan air 33,5 hektar, luasan dengan sempadan 48,6 hektar.

Selanjutnya berdasarkan data RTRW Kabupaten Bekasi, data SHP RTRW luasan badan air 27 hektar, luasan dengan sempadan 40,3 hektar. Tertulis di Perda RTRW 45 hektar. Sedangkan data BBWS Cilcis luasan badan air 23,37 hektar. Data UPTD SDA Provinsi Jawabarat luasan badan air 24,37 hektar. Sementara data yang ada di PUPR SDA luasan badan air 40 hektar, dan data Balitbang Kabupaten Bekasi luasan badan air 29 hektar. (van/WII)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Covid-19, Nanda Indira Dendi Berikan Bantuan