Dirinya menduga kuat bahwa Mairosa terkena serangan jantung hal ini didasari dari keterangan dari para kolega almarhum yang mengantar.
“Kalau berdasarkan cerita rekan almarhum, sebelum tidak sadarkan diri almarhum mengalami tremor atau getaran, lalu ada riwayat jantung juga. Jadi kemungkinan serangan jantung,” terang Mirza.
Dilanjutkan, Mirza bahwa penanganan jenazah Mairosa dilakukan sesuai protokol kesehatan. Petugas medis yang membawa jenazah juga menggunakan APD lengkap.
“Tadi dilakukan Swab sebab kalau rapid test sudah tidak akurat lagi karena meninggalnya sudah satu jam, sampel swab dikirim ke RSUD Pringsewu,” kata dia.
(dbm/esa/WII)





