Hingga pukul 18.00 WIB, asisten rumah tangga yang bernama Syahni Sinulingga masih belum berhasil dibawa oleh keluarga keluar dari rumah tersebut.
Akhirnya keluarga diarahkan oleh kepolisian dari Polsek Medan Sunggal untuk membuat laporan polisi di kantor.
Hingga pukul 22.00 WIB proses pemeriksaan pelapor yakni orang tua dan beberapa saksi yang menyaksikan peristiwa tersebut masih berjalan.
Orang tua korban meminta bantuan kepada Pemuda Batak Bersatu agar mengawal kasus dugaan penyekapan yang dilakukan oleh majikan terhadap pembantu Rumah Tangga tersebut.
“Saya menyerahkan kasus ini kepada pemuda Batak bersatu Sumatera Utara, agar mengawal proses hukum terhadap pelanggaran yang terjadi” ujarnya dihadapan wartawan yang meliput.
Majikan pemilik rumah tersebut berada di dalam rumah namun tidak mau keluar untuk memberikan penjelasan kepada wartawan yang sedang meliput di lokasi. (Red/Tim)





