
“Di jantung Ibu Kota Liwa dibangun Kebun Raya Liwa (KRL), yang merupakan salah satu dari sekitar 40 Kebun Raya yang ada di Nusantara; Taman Kota Ham Tebiu; Tugu Adipura/Tugu Kopi dan Kawasan Sekuting Terpadu yang merupakan kawasan dimana terdapat Islamic Center atau dikenal juga Masjid Bintang Mas, kebanggaan masyarakat Lambar.”
“Masjid Bintang Mas yang masuk dalam 100 masjid dengan arsitektur terindah di Indonesia, GOR Ajisaka dan Stadion Sekala Brak. Di kawasan ini juga pada setiap tahun nya di gelar perhelatan tahunan pemkab, Liwa Fair, yang bertujuan memberikan hiburan dan serta sekaligus ajang untuk menginformasikan keberhasilan pembangunan pemerintah daerah kepada masyarakat Lampung Barat. Selain itu menjadi wadah untuk saling berbagi informasi, kegiatan sosial dan bahkan promosi produk unggulan dan potensi yang ada di Lambar,” terangnya.
Di pusat Kota Liwa juga tepatnya di Lapangan Merdeka di bawah Monumen Paksi Pak Sekala Brak atau dikenal juga dengan Tugu Kayu Ara, pada setiap bulan Juli digelar salah satu perhelatan akbar Pemkab Lambar, yaitu Festival Sekala Bekhak (FSB).
“FSB merupakan festival budaya terbesar di Kabupaten Lampung Barat, Kemilau Budaya Bumi Sekala Bekhak akan bisa kita saksikan dalam perhelatan yang berlangsung selama lebih satu minggu ini,” teeangnya lagi.
Diteruskan, berada di ketinggian 800 hingga 900 mdpl, Kota Liwa beriklim yang sejuk (dingin).
“Untuk itu, anda yang akan mengunjungi Kota Liwa, sebaiknya membawa jaket dan pakaian yang cocok di daerah dingin,” tadasnya.
(esa/WII)





