Nambah Lagi 1, Anak Guru PNS di Lambar Positif Corona, Kini jadi 7

1205

LIWA, WII – Kasus terkonfirmasi positif corona virus di Lampung Barat (Lambar) kembali bertambah satu. Kini tujuh kasus terpapar virus yang kali pertama muncul di Wuhan, Hubei China itu, belum dintayakan sembuh.

Penambahan kasus covid-19 baru itu merupakan klaster Lampung Tengah-Semende Darat.

Pasien baru itu adalah P11, warga Kecamatan Waytenong.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) yang juga Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lambar, Paijo, di Liwa, Senin (7/9/2020).

“Hasil swab P11 ini keluar Jumat (4/9) malam,” ujarnya saat dihubungi Waktuindonesia.id.

P11 merupakan anak dari Ny H. Ny H adalah seorang guru PNS di salah satu SMP di kecamatan itu.

Paijo membenarkan jika Ny H dinyatakan positif Covid-19 dengan kode P10 pada Kamis (3/9).

P10 dan P11 merupakan klaster Lampung Tengah-Semende Darat.

Sebab, menurut Paijo P10 sempat melakukan perjalanan ke daerah yang disebutnya Semende Darat.

Dan saat kembali ke rumahnya, kesehatan P10 terganggu dan sempat dikunjungi seorang tenaga kesehatan (Nakes) dari Lampung Tengah.

Nakes yang masih keponakan P10 saat kembali ke Lampung Tengah kemudian dikhabarkan positif covid-19.

Kini P11 dan ibuknya, P10, tengah menjalani isolasi di bawah pengawasan tim.

Sampai saat ini, tercatat tujuh pasien corona tengah menjalani isolasi. Lima diantaranya klaster Cimahi, Jawa Barat (Jabar).

Lima kasus itu disebut klaster Cimahi lantaran seorang perempuan dengan kode P5–dalam berita sebelumnya disebut PP– pernah melakukan perjalanan ke Cimahi, Jabar beberapa waktu lalu.

P5 dinyatakan positif corona, Sabtu (29/8). Kemudian Gugus Tugas melakukan tracing. Hasil swab nenek dari P5 dan anak dari P5 positif civid,19 Minggu (30/8) sore.

Kemudian Paijo kembali menyebut, hasil swab ayah dari P5 juga positif corona, Senin (1/9). Dan Rabu (2/9), Paijo juga menginformasikan jika Ibu dari P5 juga positif corona. Total klaster Cimahi jadi lima kasus. Kelimanya warga salah satu keluraha di Waytenong.

BACA JUGA:  Perbup Penegakan Disiplin Prokes di Lambar Terbit, Sanksi Denda hingga Pencabutan Izin Usaha

Menurut Paijo, sepanjang sejarah pandemi pemicu krisis kesehatan global itu, sejak Maret lalu, total keseluruhan 11 kasus.

“Jadi total kasus positif corona di Lambar sejak awal pandemi covid-19 pada Maret lalu sampai saat ini ada 11 kasus,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat tidak panik, dan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan memakai masker. Serta menunda bepergian ke luar daerah.

“Masyarakat tidak perlu panik. Dan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, memakai masker,” pungkasnya.

(esa/WII)

Facebook Comments