Masyarakat Adat dalam Tatanan Demokrasi di Lampung Barat

373

Oleh: Aripsah (Ketua KPU Lambar, mantan wartawan Lampost)

TANGGAL 24 September 2020 merupakan hari yang cukup istimewa bagi masyarakat Lampung Barat.

Mengingat di tanggal tesebut kabupaten berjuluk Beguai Jejama itu merayakan hari jadi yang ke-29.

Kabupaten itu resmi menjadi daerah otonomi baru (DOB) pemekaran Kabupaten Lampung Utara pada tahun pada tahun 1991 silam.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, suasana gegap gempita menyambut hari jadi kabupaten ini yang dirangkai dengan berbagai kegiatan di rasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Namun, di tahun 2020 ini seluruh penjuru dunia tengah berjuang mencegah penyebaran wabah corona virus disease 19 (Covid-19).

Kondisi tersebut tentunya juga berdampak pada seluruh aktivitas masyarakat, tidak terkecuali perayaan hari ulang tahun Lampung Barat (HUT) Lampung Barat ke-29 dimaksud.

Berbagai agenda tahunan menyambut perayaan hari jadi kabupaten yang telah disusun dari tahun sebelumnya, akhirnya harus ditiadakan sebagai bagian dari upaya untuk melawan dan mencegah penularan SARS-CoV-2 itu.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi makna dan semangat dari peringatan hari lahirnya kabupaten yang lebih dari 90 persen pendudukya berprofesi sebagai petani itu.

Dalam pidato ketua DPRD Kabupaten Lampung Barat, Edi Novial, pada rapat paripurna istimewa peringatan HUT Lampung Barat ke-29 yang di langsungkan di ruang Marghasana (ruang rapat utama) DPRD setempat, Rabu (23/9), dan dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin, menyebut jika selama kurun waktu 29 tahun sejak berdirinya, Lampung Barat telah beberapa kali berganti kepemimpinan.

Selama itu juga pemerintah terus berupaya melakukan terobosan di berbagai bidang, sebagai bagian dari langkah memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Lampung Barat telah menorehkan sederet prestasi di berbagai bidang yang mengharumkan daerah baik di tingkat provinsi maupun nasional.

BACA JUGA:  Akhirnya Kami Mengudara

Capaian prestasi tersebut setidaknya menunjukan bagaimana komitmen serta dukungan seluruh elemen masyarakat terhadap program pemerintah daerah.

Di paripurna istimewa itu, pakaian yang dikenakan bupati, wakil bupati, ketua DPRD, unsur muspida dan seluruh tamu undangan mengenakan pakaian adat Lampung.

Kehadiran para tokoh adat dari empat kepaksian lengkap dengan pakaian kebesaran adat di hari jadi kabupaten tentunya menunjukan komitmen dan dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat istiadat dan budaya di kabupaten yang juga berjuluk Bumi Sekala Bekhak tersebut.

Hal itu menujukan pentingnya peran para tokoh adat dalam setiap lini kehidupan masyarakat di Lampung Barat, tidak terkecuali dari sudut pandang sebagai penyelenggara berbagai hajat perta demokrasi di Kabupaten Lampung Barat.

Peran masyarakat dan tokoh adat dalam merajut tatanan demokrasi di Bumi Sekala Bekhak melalui berbagai tatanan kehidupan sosial masyarakat, menjadikan Lampung Barat di kenal sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang terkenal aman dan kondusif dalam setiap kegiatan pesta demokrasi.

Niai-nilai dan norma yang dijunjung tinggi oleh masyarakat adat dalam kehidupan sehari-hari seperti tatakrama dalam bertutur sapa, semangat gotong-royong dan kepedulian terhadap lingkungan serta saling hormat menghormati antarsesama, kemudian upaya musyawarah mupakat dalam menyelesaikan setiap persoalan di lapangan tentunya kerap kita jumpai di masyarakat.

Semangat demokrasi yang ditunjukan oleh masyarakat adat, juga bisa dilihatt dari filosofi yang kerap disampaikan oleh para tokoh adat dalam kegiatan adat. Seperti istilah ‘Bersatu Tidak Bersekutu, Berpisah Tidak Bercerai’, yang tentunya memiliki banyak makna tersirat di dalamnya.

Dari filosofi tersebut nampak sangat jelas bagaiamana masyarakat adat memberi ruang berdemokrasi salam kehidupan sehari-hari, serta menghargai perbedaan.

Tidak hanya itu Lampung Barat memiliki beragam kekayaan adat budaya, suku, dan agama. Hampir semua suku, mulai dari suku Jawa, suku Sunda, Semendo, Batak, Bali, Madura dan masih banyak lagi.

BACA JUGA:  Lesty Putri Utami Soroti Tingginya Angka Pernikahan Dini di Lampung

Kesemuanya hidup berdampingan dan memiliki peran penting dalam membangun tatanan kehidupan demokrasi di Lampung Barat.

Semangat menjaga tatatan demokrasi tersebut tentunya harus tetap terjaga sehingga harapan di hari jadi Lampung Barat ke-29 ‘Bangkit bersama menuju tatanan barubhebat dan sejahtera’ betul-betul terujud dalam kehidupan nyata.

Dirgahayu Lampung Barat ke-29
(*)

Facebook Comments