Polisi: Laoli Tewas Dibunuh, 2 Rekannya tak Terlihat

  • Bagikan

KARO, WAKTUINDONESIA — Tim Kepolisian Sektor (Polsek) Tiga Panah, Polres Tanah Karo, masih menunggu kedatangan kedua rekan korban atas dugaan pembunuhan yang menewaskan Soniaman Laoli Tuhemberua (43) warga Desa Hiligodu Ulu, Kecamatan Gunung Sitoli Utara, Kota Gunung Sitoli, Rabu (30/9) jam 07.00 WIB di RSU Efarina Berastagi, Kabupaten Karo.

Kanit Reskrim Polsek Tiga Panah, Ipda Fernando Manik, mengatakan, korban diketahui selaku petani di wilayah Desa Lau Riman, Kecamatan Tigapanah.

Bahwa kejadian peristiwa tersebut terjadi Selasa (29/9) pukul 20.00 WIB.

“Saat saksi Yaaman Gulo (25) warga Desa Merek Kecamatan Merek, pergi ke barak(gubuk) korban, bermaksud meminta obat pohon pinus. Sesampainya di barak korban, saksi tidak menemukan korban,” ujarnya.

“Selanjutnya, Yaaman memanggil Sepakat Barus (25) warga Desa Sukamaju, Kecamatan Tiga Panah guna mencari keberadaan korban. Setelah menelusuri dengan jarak sekitar 40 meter dari barak korban, saksi melihat korban terkapar bersimbah darah, dengan luka,” ungkap Ipda Fernando Manik.

Lanjut Kanit mengutarakan, usai menemukan korban, saksi langsung membawa korban ke RSU Efarina Berastagi guna mendapat perawatan.

Curiga akan luka korban, sehingga Rabu (30/9) pukul 07.00 WIB, saksi melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tiga Panah.

Selanjutnya, pihak Polsek Tiga Panah langsung bergerak melihat korban ke RSU Efarina, Berastagi, sesampainya di RS tersebut, korban sudah dinyatakan dokter telah meninggal dunia.

“Sesuai keterangan dari dokter yang menangani korban, bahwa korban mengalami luka robek di kepala sebelah kanan, bahu kanan, bahu kiri, tangan sebelah kanan, dan lutut sebelah kanan

Fernando juga menjelaskan bahwa, setelah melakukan cek tempat kejadian perkara(TKP), dari dalam gubuk korban, ditemukan bercak darah, yang sudah dibersihkan saksi dengan menabur abu kayu.

BACA JUGA:  Oknum Kades di Mesuji Jalankan Praktik Poligami: Istri Saya 2

“Sebelumnya korban tinggal bersama kedua rekannya, Melianus Zebua, dan Otosokho Zebua, yang saat kejadian hingga korban meninggal dunia, belum diketahui keberadaan mereka.”

Menurut Kanit Reskrim, dugaan sementara korban bunuh.

“Untuk itu barang bukti yang disita dari TKP adalah, satu buah tikar plastik yang terdapat bercak darah, dua bantal, sepasang sandal. Untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tutupnya.

(rek/WII)

  • Bagikan