Belajar Online Kerap Terkendala, Disdikbud Pesibar punya Terobosan PJJ Luring, Begini Caranya

328

KRUI, WAKTUINDONESIA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), secara marathon melakukan pembinaan terhadap para dewan guru di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), guna mengefektifkan pengertian Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan oleh setiap sekolah kepada murid di tengah pandemi Covid-19.

Plt. Kepala Disdikbud, Jon Edwar, ketika dikonfirmasi, Jumat (2/10), mengatakan bahwa sejauh ini masih cukup banyak sekolah-sekolah baik di tingkat SD maupun SMP yang masih belum memahami pengertian PJJ melalui sistem Luar Jaringan (Luring).

“Sejauh ini PJJ menggunakan sistem luar jaringan (luring) belum sesuai dengan yang dimaksud, melainkan umumnya lebih mengarah ke Dalam Jaringan (Daring) dengan memanfaatkan aplikasi komunikasi video call,” ujar Jon.

Dampaknya, menurut Jon, PJJ dengan menggunakan cara Daring, acapkali menjadi keluhan para walimurid dengan berbagai keterbatasan dan faktor.

“Keterbatasan jaringan internet yang ada di beberapa titik di wilayah Pesibar mengakibatkan murid kesulitan mengakses untuk melakukan kegiatan belajar. Belum lagi faktor dimana orangtua harus mempunyai ponsel android dan harus selalu memenuhi kebutuhan kuota internet. Dan kondisi tersebut jelas memberatkan orangtua,” papar Jon.

Karenanya, kata Jon, untuk memastikan aktifitas belajar di masing-masing sekolah di tengah pandemi Covid-19 berlangsung dengan efektif, tanpa harus memberatkan para walimurid, maka pihaknya secara bergilir memberikan pembinaan kepada seluruh dewan guru ihwal mekanisme KBM ke depan yang dilakukan secara Luring.

“Kedepan KBM ditengah pandemi Covid-19 dilaksanakan melalui Luring, yakni dengan cara murid mengambil tugas di sekolah, dikerjakan di rumah, dan dikumpulkan di sekolah,” pungkasnya.

Namun demikian, pihaknya memberikan kewenangan kepada pihak sekolah untuk menerapkan sistem belajar mengajar.

BACA JUGA:  Dua Jabatan Struktural Dirombak, Ini Kata Ketua STIT Multazam

“Sejauh ini ada sekolah yang membentuk kelompok belajar seperti satu kelompok yang berisi lima murid yang kemudian didatangi oleh guru untuk melangsungkan belajar mengajar,” tukasnya.

Masih kata Jon, pihaknya juga berpesan kepada seluruh sekolah untuk terus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (ers/WII)

Facebook Comments