“Padahal di badan jalan Barusjahe – Serdang sudah ada pemasangan bronjong dengan kekuatan 17 jaring di tahun lalu,” sebutnya.
“Kerusakan jalan itu diketahui setelah bupati menginformasikan, Rabu (30/9/2020). Setelah mendapat instruksi dari bupati, kita langsung kerahkan dumtruk untuk menimbun badan jalan yang amblas,” pungkas kadis PUPR.

Sementara itu, seorang warga desa Barusjahe, Daut Tarigan, kepada wartawan, Jumat (2/10) pukul 12.00 WIB, mengatakan, sangat mengapresiasi tindakan cepat dari Pak bupati dengan segera meninjau dan langsung menimbun badan jalan yang longsor.
“Akan tetapi jika hanya ditimbun dengan pasir gunung, saya yakin jalan tersebut tidak akan bertahan lama, bila kembali hujan deras mengguyur, jalan tersebut akan kembali amblas. Terlebih, jalan tersebut semakin sempit dan hanya bisa digunakan satu jalur,” jelas Daut Tarigan.
“Alangkah baiknya pihak dinas PUPR Kabupaten Karo lebih peka, harapan kami sebagai masyarakat, kiranya ditimbun dengan batu kerikil, daya tahan jalan bisa lebih kuat dan badan jalan juga akan semakin lebar.”
“Karena menurut amatan saya, kerangkeng batu dipasang belum ada satu tahun jalan sudah amblas kembali,” pungkas Tarigan.
(rek/WII)





