Kasus Baru Positif Covid-19 di Lampung 25, Ada Karyawan BUMN dan Pemain Bola, 676 Sembuh

  • Bagikan

“Pernah kontak dengan pelaku perjalanan luar daerah yaitu dari Jakarta dengan keluhan sesak nafas dan melakukan pengobatan di salah satu rumah sakit swasta, punya penyakit hipertensi dan saat ini sedang menjalani isolasi di rumah sakit swasta di Kabupaten Lampung Selatan,” jelas Reihana.

Selanjutnya, kata Reihana, Pasien 925 laki-laki 45 tahun dari Lampung Selatan merupakan kasus baru yang bekerja di salah satu perusahaan BUMN.

“Pelaku perjalanan Merak-Banten- Bakauheni dan sedang menjalani isolasi mandiri,” kata dia.

Pasien 926 laki-laki 59 tahun dari Lampung Barat hasil tracing dari pasien 821 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Pasien 927 laki-laki 68 tahun dari Pesawaran merupakan kasus baru. Selasa (22/9/2020) pasien ini berobat ke rumah sakit swasta di Metro dengan keluhan sesak, nyeri dada dan lemas.

“Kemudian dari tanggal 29-30 September dilakukan pengambilan swab oleh petugas. Kamis (1/10/2020) terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan TCM di rumah sakit Metro. Lalu, Kamis (1/10/2020) pukul 15.00 WIB mengalami perburukan dan pukul 18.00 WIB dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Reihana.

Pasien nomor 928 laki-laki 37 tahun dari Bandarlampung merupakan kasus baru saat ini bergejala sedang dirawat di rumah sakit swasta di Bandarlampung.

“Pasien 929 laki-laki 79 tahun juga dari Bandarlampung merupakan hasil tracing dari pasien 862 bergejala sedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung,” ujarnya.

Pasien 930 laki-laki 32 tahun dari Bandarlampung kasus baru yang bersangkutan merupakan pemain klub sepak bola di Bandarlampung dan riwayat pernah kontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif (meninggal) yaitu pasien 860, saat ini pasien 930 sedang menjalani isolasi mandiri di suatu tempat.

BACA JUGA:  Hanya Jawa Timur Dan Lampung Yang Dapat Bantuan Badan Program Pembangunan PBB

Pasien nomor 931 laki-laki 61 tahun dari Bandarlampung merupakan hasil tracing dari pasien 839 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri, pasien 932 perempuan 29 tahun dari Bandarlampung merupakan hasil tracing dari pasien 887 dan saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit pemerintah di provinsi Lampung.

“Hari ini juga ada penambahan yang selesai isolasi sebanyak 12 orang di mana dari kota Bandarlampung ada 5 orang, Lampung Utara 4 orang dan dari Tulangbawang 3 orang,” kata Reihana.

Selain itu, ada konfirmasi kematian 3 orang yaitu Lampung Selatan 1 orang, Tulangbawang Barat 1 orang dan Pesawaran 1 orang.

Menurut Reihana yang meninggal dunia adalah pasien 892 laki-laki 34 tahun dari Lampung Selatan riwayat kontak dengan pasien positif nomor 815 aktivitas sehari-hari adalah berjualan di pasar di Lampung Selatan dan pada Selasa (22/9/2020) mulai timbul gejala demam, batuk kering disertai sesak nafas. Minggu (27/9/2020) masuk rumah sakit pemerintah di Kabupaten Lampung Selatan lalu Minggu (27/9) dilakukan pemeriksaan swab dan Senin (28/9) kembali tes swab hasilnya positif.

“Pada 30 September pasien mengeluh sesak nafas tidak berkurang selanjutnya memang yang bersangkutan punya kormobid, asma sejak kecil dan pada tanggal 1 Oktober pasien mengeluh sesak semakin berat dan akhirnya pada pukul 14.00 WIB pasien menderita gagal nafas dan nadi tidak teraba sehingga dinyatakan meninggal dunia, pemulasaran jenazah dilakukan secara protokol Covid-19,” ungkap Reihana.

Pasien 919 laki-laki 61 tahun dari Tulangbawang Barat merupakan kasus baru dan pada saat itu 20 September masuk ke salah satu rumah sakit swasta di Lampung Tengah dengan diagnosa adalah Pneumonia dan juga ada kelainan jantung dan tanggal 25 September dirujuk juga ke rumah sakit swasta karena terjadi penurunan kesadaran dan sesak dan tanggal 26 September 2020 jam 8.00 WIB malam dilakukan di rumah sakit swasta di Lampung Tengah dan tanggal 26 September pukul 21.00 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia pasien.

BACA JUGA:  14 Hari Ops Cempaka, 22 Tersangka 1 Mucikari Diamankan

Pasien 927 laki-laki 68 tahun dari Pesawaran tanggal 22 September datang ke rumah sakit swasta di Metro dengan gejala sesak, nyeri dada, lemas. Pada tanggal 27 September bertambah sesak dan penyakit kormobid, jantung, hipertensi 29-30 September di swab.

“Kondisi sesak semakin sesak, 1 Oktober pukul 15.00 WIB mengalami perburukan saturasi oksigen, kemudian dinyatakan meninggal dunia,” kata Reihana. (fik/WII)

  • Bagikan