OPINI: Hilangnya Nafas KNPI Dairi

  • Bagikan

Oleh Karena itu, bagi penulis ‘cacat’ di awal akan mempengaruhi proses dan keberlangsungan organisasi ini ke depan.

Musda bagi penulis adalah selain dari ajang perebutan kepemimpinan dan/atau kekuasaan, juga tentang evaluasi serta perbaikan-perbaikan keorganisasian untuk masa depan dan eksistensi sebuah organisasi.

Alhasil, sampai hari ini Oktober 2020 mendekati setahun dari pelaksanaan musda 2019 tahun lalu, wujud dari KNPI itu belum kelihatan sama sekali.

Bagaimana tidak, yang seharusnya 30 hari semenjak pelaksanaan musda maka kepengurusan sudah harus rampung dan terbitnya SK, sekaligus pelantikan sebagaimana tertuang dalam AD/ART.

Apakah yang terjadi ditubuh KNPI Dairi itu sendiri, penulis juga tidak terlalu memahaminya, dengan tidak dilibatkannya tim formatur dalam menyusun kepengurusan maka pupuslah harapan penulis untuk KNPI Dairi bisa berbuat dan berperan banyak untuk kemajuan Kabupaten Dairi.

Penulis teringat kembali dengan apa yang pernah digagas oleh Idrus Marham sebagai ketua umum KNPI pada era reformasi, yakni penyegaran kembali atau disebut dengan istilah Rejuvenasi KNPI di tengah realitas politik hari ini.

Penulis menganggap posisi KNPI Dairi hari ini kembali kepada apa yang pernah terjadi pada masa orde baru, dimana KNPI dijadikan sebagai saluran untuk mempertahankan oligarki kekuasaan Soeharto pada saat itu.

Demikian halnya dengan KNPI Dairi, yang sebelumnya penulis mendengar bahwa Surat Keputusan tentang komposisi kepengurusan sedang berada di meja Bupati untuk diperiksa sebelum diterbitkan, bagi penulis ini adalah bukti kuat bahwa KNPI Dairi itu sudah ‘Kehilangan Nafas’.

Sebab bila demikian adanya, KNPI hanya akan dijadikan sebagai alat atau kendaraan untuk memuaskan nafsu politik tertentu saja. Maka perlu adanya Rejuvenasi untuk kembali memposisikan pemuda sebagai mitra kritis pemerintah.

BACA JUGA:  Gerbong Rolling di Lambar Angkut 4 Pejabat Eselon II-III, 2 Mutasi Lagi, Kenapa? 

Satu-satunya harapan penulis, agar nafas dan perjuangan KNPI Dairi ini bisa kembali yakni dengan menghidupkan kembali ghirah pemuda terkhusus pemuda yang masih eksis di OKP dengan ideologinya masing-masing, merevitalisasi nilai-nilai sumpah pemuda, agar pemuda tidak kehilangan jati dirinya, yang selalu melahirkan pemikiran-pemikiran membangun, ide-ide maupun gagasan-gagasan yang luar biasa demi pembaharuan.

Di era milenial seperti sekarang ini pemuda dan organisasi kepemudaan harus mampu menjadi motor penggerak dalam segala aspek. Inovatif, solutif, dan kreatif serta yang terpenting jangan sesekali melupakan sejarah bangsa dengan tidak meninggalkan budayanya.
Njuah-njuah..

Penulis adalah Pemuda Berprestasi Penerima Beasiswa S2 Kemenpora-USU tahun 2017

  • Bagikan