Selain melakukan pemantauan, dirinya meminta kepada pihak puskesmas, iecamatan dan juga desa, agar selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar tempat tinggal pasien agar selalu mensupport dan tidak mengucilkan.
“Kita sudah sering mensosialisasikan hal tersebut, agar tidak ada kejadian pengucilan terhadap warga yang positif, karena hal itu berdampak pada kesehatan pasien,” pungkasnya.
Sebelumnya, satu mahasiswa asal Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, yang mengikuti aksi demo tolak UUD Cipta Kerja, terkonfirmasi positif Covid-19.
Ketua Harian Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran, Kesuma Dewangsa, mengatakan, pada tanggal 7 Oktober HK (20) mengikuti demo yang dilakukan di Bandarlampung selama dua hari.
“Pada tanggal 10 Oktober HK merasakan penciumannya dan indera perasanya berkurang 50% dan juga mengalami batuk pilek, menurutnya ada sekitar 10 sampai dengan 15 pendemo yang mengalami gejala yang sama dengan dirinya, namun mereka beralamatkan di Bandarlampung,” jelasnya, Jumat (23/10) (rob/esa/WII)





