“Kita melibatkan kok mas, komite juga kita libatkan dalam pembangunan, ketua komitenya kan Pak Erland, tidak ada yang ditutup-tutupi dalam pembangunan ini,” ujarnya via sambungan telepon.
Saat ditanya terkait besaran dana yang didapat guna pembangunan 1 ruang kelas dan renovasi 2 ruang kelas berikut toilet sekolah, dirinya mengaku tidak hafal.
“Saya kurang hafal berapa jumlah dananya, dalam pengerjaannya tidak ada kendala, siapa saja yang mau melihat silahkan, toh bangunannya ada,” tambahnya.
Ketua Komite SMAN 1 Gedongtataan, Erland Syoffandi saat dikonfirmasi keberatan jika komite dikait-kaitkan dalam polemik dugaan pelanggaran penggunaan bantuan DAK.
“Tolong jangan kait-kaitkan komite dalam pemberitaan, karena dari awal pembangunan dan renov kami tidak tau, pihak sekolah yang menggunakan dan DAK itu,” tegasnya.
“Paku 1 buah pun komite tidak tau menahu, jadi bisa ditanyakan saja langsung ke pihak sekolah,” timpalnya.
Dijelaskan Erland, dalam penerimaan DAK TA 2020 tersebut pihaknya (Komite) hanya mengetahui bahwa SMAN 1 Gedongtataan dapat bantuan jumlahnya sekitar 800 juta.
“Kalau dengar-dengar sih iya, tapi kalau teknis itu semua pihak sekolah, komite tidak tau apa-apa,” pungkasnya. (Ram/WII)





