DAIRI, WAKTUINDONESIA – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu bersama dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Rumah Komunitas Lintas Agama (RKLA) Hj. Bunda Indah berbagi kasih dengan membagikan sembako kepada anak anak Panti Asuhan Perpulungen Sidikalang pada Minggu (15/11/2020).
Kegiatan pembagian sembako tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Dialog Kerukunan Antar Anak Bangsa yang berlangsung pada hari yang sama yang turut hadir dalam pembagian sembako tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Dairi Ny. Elfinka Eddy Banurea serta rombongan dari DPP RKLA dan Ketua Panitia Sastra Lingga.
Dalam sambutannya, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan kehadiran Bunda Indah di Panti Asuhan Perpulungen diharapkan bisa menjadi penyemangat untuk para anak anak yang ada di panti asuhan. Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan masa depan yang sangat cerah bagi para anak-anak yang ditempah atau dibina untuk mampu menghadapi tugas dan tantangan dimasa yang akan datang.
“Anak-anak harus mensyukuri setiap berkat yang datang dalam kehidupan kalian. Mari nanti kita dengarkan apa yang nanti disampaikan oleh Bunda Indah. Bunda Indah hadir ke Dairi untuk memberikan arahan tentang kerukunan antar anak bangsa khususnya anak bangsa yang ada di Kabupaten Dairi ini,” jelas Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu.
Sementara itu, Bunda Indah dalam kesempatan tersebut memberikan nasehat kepada anak-anak yang ada di Panti Asuhan Perpulungen Sidikalang dimana Bunda Indah mengatakan walaupun anak-anak tinggal di panti asuhan tidak membuat hidup menjadi tidak bersemangat atau tidak percaya diri untuk bertemu dengan siapapun. Bunda Indah mengatakan bahwa anak-anak yang tinggal di panti asuhan adalah juga putera-putera bangsa yang ke depannya suatu hari mungkin akan menjadi seorang pemimpin yang menggantikan Bupati Dairi.
“Kalau mau cita-cita kita berhasil dan tahu kita ini adalah bukan orang yang dikatakan teraniaya maupun miskin kalau kita punya cita cita dari sekarang. Tapi kalau kita ingin merebut cita cita itu seperti kita menanam pohon, tidak akan mungkin pohon itu langsung berbuah,” terang Bunda Indah.





