Ricar mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, diperkirakan dampak kerugian atas kejadian itu mencapai ratusan juta rupiah.
“Taksiran dua unit motor satu genset dan rumah kurang lebih 300 juta rupiah,” katanya.
Diakatakan Ricar, kasus kebakaran di Lambar selama sebulan terakhir cukup tinggi. Yakni, terjadi 19 kali kebalaran selama sebulan terakhir. Sebelumnya, terjadi di Kecamatan Sumber Jaya.
Dengan itu, pihaknya meminta masyarakat untuk terus waspada akan kebakaran. Pihaknya, menghimbau masyarakat melakukan pengecekan berkala pada instalasi listrik. Dimana, kasus kebakaran yang terjadi banyak dipicu oleh konsleting listrik. Selain, memastikan kompor mati saat hendak meninggalkan rumah.
“Mengecek instalasi ataupun jaringan listrik dan mematikan peralatan masak bila meninggalkan rumah,” paparnya. (swi/WII)





