Selanjutnya, bupati memeriksa secara detail konstruksi bangunan mulai dari lantai 1, 2, dan 3. Termasuk proses pemasangan lantai marmer, plafon dan instalasi pemadam kebakaran di gedung tersebut.
Menurut bupati, arsitektur kantor pemkab tersebut dirancang dengan mengedepankan ornamen adat budaya lokal. “Kantor ini harus mencerminkan kebudayaan lokal, ya sesuai julukan Pesibar sebagai Negeri Para Saibatin dan Ulama,” terangnya.
Dia berharap, dukungan dan peran aktif masyarakat agara pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lancar untuk kemajuan daerah. (ers/WII)





