Akui Nelayan punya Cara Khusus, Kaban Mustari: Jangan Abaikan Info BMKG

  • Bagikan

Selain masyarakat pesisir, imbauan serupa juga ditujukan untuk masyarakat yang berada di tengah kota, seperti memerhatikan irigasi di sekitaran rumah.

“Irigasi yang ada di lingkungan juga berpotensi menimbulkan banjir ketika banyak sampah yang menyumbat aliran air. Maka dari itu kami sudah melayangkan surat himbauan kepada seluruh camat untuk diteruskan ke setiap kepala desa, agar lebih memerhatikan lagi aliran air yang ada di desa, takutnya desa itu tidak pernah banjir, namun karena banyak sampah yang menyumbat irigasi menimbulkan banjir,” paparnya.

Dia menegaskan, dengan letak geografis Kabupaten Pesawaran, yang memiliki banyak aliran sungai, kemudian daerah tebing, dan pantai berdampak pada potensi bencana.

“Perbukitan ada, sungai-sungai banyak, kemudian pantai juga ada. Oleh sebab itu Bumi Andan Jejama ini memiliki segala potensi bencana, baik itu gempa bumi, banjir bandang, banjir rob, tanah longsor, tsunami, angin puting beliung, maka perlunya kewaspadaan masyarakat Pesawaran di manapun, baik itu di daerah pesisir maupun di tengah ibu kota,” tegasnya.

“Kami juga sudah memiliki relawan di setiap desa, yang bertugas membantu masyarakat ketika ada bencana, dan yang paling penting berdoa bersama, agar Bumi Andan Jejama yang kita cintai ini dijauhkan dari segala bencana,” pungkasnya.

(rob/apr/WII)

BACA JUGA:  Bupati Dendi Ikuti Entry Meeting BPK Secara Daring
  • Bagikan