2 eks Direktur Ditahan, Kasus Korupsi di BUMD Lambar Direspons F-RPB DPRD

413

LIWA, WAKTUINDONESIA – Kasus korupsi di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Pesagi Mandiri, menjadi perhatian sejumlah pihak.

Salah satunya, Fraksi Restorasi Pembangunan Bangsa (F-RPB) DPRD Lambar saat penyampaian pendapat terhadap enam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang dibacakan Anggota Legislatif (Aleg) Partai Nasdem Erwin Suhendra di Aula Kagungan setempat, Rabu (30/12).

Diketahui, mantan Direktur Utama (Dirut) GP dan Direktur Operasional (Dirop) DS ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung usai Polda Lampung melaksanakan tahap dua (Pelimpahan tersangka dan barang bukti), Selasa (29/12/2020).

Bukan tanpa alasan F-RPB mengomentari dugaan rasuah di tubuh BUMD di kabupaten itu saat penyampaian pendapat terhadap enam Ranperda tersebut.

Sebab, satu dari ranperda yang disetujui menjadi peraturan daerah (Perda) salah satunya perihal beralihnya status PT Pesagi Mandiri dari BUMD menjadi Perseroda.

Menurut Erwin, perubahan yang akan terjadi pada organ BUMD Pesagi Mandiri menjadi PT Pesagi Mandiri (Perseroda) adalah ujud nyata kesadaran bersama terhadap kegagalan di masa lalu.

“Ini untuk menjadikan kegagalan sebagai cambuk pembelajaran, guna menyongsong keberhasilan serta kejayaan dimasa yang akan datang
harus dimulai dari perencanaan yang matang baik di bidang usaha maupun person-person yang akan menjalankan produk perusahaan baik itu komisaris maupun dewan direksi harus ditempati pribadi yang profesional,” terangnya.

Lanjut Erwin, mengenai kasus yang saat ini sedang mendera eks dirut Pesagi Mandiri, Fraksi RPB mendukung sepenuhnya terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami berharap agar supremasi hukum dapat ditegakan, Pepatah mengatakan Terjerembab Dua kali di Lubang yang Sama Adalah Keledai,” pungkasya.

Diketahui, kedua eks direktur itu diduga korupsi APBD Lambar dalam rentang waktu 2014-2016.

BACA JUGA:  Ini 2 Lokasi Sulit Sinyal yang Tengah Diatasi Kominfo Lambar 2021

Dimana, Pemkab Lambar menyuntikkan Rp10,1 miliar sebagai penyertaan modal kepada PT Pesagi Mandiri untuk usaha jual beli semen, gas elpiji, komputer, serta pembuatan SPBU di Kecamatan Sekincau.

Keduanya kini ditahan di Rutan Wayhui Kelas I Bandarlampung.

(erw/esa/WII)

Facebook Comments