Pasal Kebijakan KBM Tatap Muka di Berastagi, Begini Penjelasan Kadisdik Karo

819

KARO, WAKTUINDONESIA — Wabah pandemi Covid 19 terus meningkat di Indonesia, kususnya di Kabupaten Karo.

Bahkan per 17 Januari 2021, jumlah keseluruhan yang terpapar penyakit menular tersebut di Karo mencapai 451 jiwa 357 dinyatakan sembuh dan 37 pasien yang meninggal dunia .

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sendiri telah mengambil langkah, memberlakukan pembatasan dalam kegiatan belajaran mengajar (KBM) tatap muka pun masih di tunda sampai batas yang belum di tentukan

Bupati Karo Terkelin Brahmana, melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Eddi Suryanta Surbakti, mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran dengan cara tatap muka masih belum diberlakukan .

Namun, apa yang di sampaikan Dinas Pendidikan Kabupaten Karo sebagian Kepala Sekolah di Kabupaten Karo tidak menjalankan perintah dari Kadis tersebut.

Bahkan ada juga surat edaran kepada para siswa/i pada hari Senin (18/01/2021) agar kegiatan belajar mengajar akan di berlakukan tiga hari dalam seminggu .

Seperti di salah satu SD di Berastagi, pihak sekolah sudah mulai menyuruh siswanya agar besok Selasa atau tiga hari dalam seminggu agar masuk sekolah, yang biasanya satu kali dalam seminggu.

Sementara surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karo belum ada beredar.

Ini jadi pertanyaan, apakah keputusan tersebut sengaja dibuat oleh pihak sekolah atau memang perintah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karo.

Salah seorang orang tua siswa SD di Berastagi S Karo – Karo (42) saat dikonfirmasi wartawan terkait pembelajaran tatap muka yang di rencakan pihak sekolah pada hari Selasa (19/1) besok mengatakan, keberatan apa yang di sampaikan pihak sekolah kepada anak saya, karena setuasi sekarang jumlah atau peningkatan terpapar Covid semakin bertambah, apalagi di Kabupaten Karo.

BACA JUGA:  Inilah Panti Asuhan Pertama dan Satu-satunya di Waykanan

“Jumlah pasien Covid sudah mencapai 451 pasien, itu yang masih terdata, terlebih terhadap anak anak sangat rentan terpapar virus corona,” ujar Karo Karo.

“Jadi harapan saya sebagai orang tua siswa, belum pun dilaksanakan belajar tatap muka, sepertinya gak masalah, kan bisa belajar jarak jauh (Daring) kan tinggal cara guru mengoptimalkan cara pengajarannya, sebelum timbul kluster kluster baru,” harapnya.

Sementara itu Pemerintah daerah Kabupaten Karo melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Eddi Suryanta Surbakti ketika dikonfirmasi wartawan terkait pembelajaran tatap muka yang mau direncakan salah satu SD di Berastagi, mengatakan, hal kebijakan sekolah bersama orang tua dan komite.

“Namun, kami juga harus berpikir positif dan jangan berprasangka buruk dulu, makanya perlu di monitoring kebijakan sekolah supaya jangan kami terlalu takut tapi harus waspada dan cerdas serta bijak,” pungkas Eddi Suryanta Surbakti.

(rek/wii)

Facebook Comments