Ini jadi pertanyaan, apakah keputusan tersebut sengaja dibuat oleh pihak sekolah atau memang perintah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karo.
Salah seorang orang tua siswa SD di Berastagi S Karo – Karo (42) saat dikonfirmasi wartawan terkait pembelajaran tatap muka yang di rencakan pihak sekolah pada hari Selasa (19/1) besok mengatakan, keberatan apa yang di sampaikan pihak sekolah kepada anak saya, karena setuasi sekarang jumlah atau peningkatan terpapar Covid semakin bertambah, apalagi di Kabupaten Karo.
“Jumlah pasien Covid sudah mencapai 451 pasien, itu yang masih terdata, terlebih terhadap anak anak sangat rentan terpapar virus corona,” ujar Karo Karo.
“Jadi harapan saya sebagai orang tua siswa, belum pun dilaksanakan belajar tatap muka, sepertinya gak masalah, kan bisa belajar jarak jauh (Daring) kan tinggal cara guru mengoptimalkan cara pengajarannya, sebelum timbul kluster kluster baru,” harapnya.
Sementara itu Pemerintah daerah Kabupaten Karo melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Eddi Suryanta Surbakti ketika dikonfirmasi wartawan terkait pembelajaran tatap muka yang mau direncakan salah satu SD di Berastagi, mengatakan, hal kebijakan sekolah bersama orang tua dan komite.
“Namun, kami juga harus berpikir positif dan jangan berprasangka buruk dulu, makanya perlu di monitoring kebijakan sekolah supaya jangan kami terlalu takut tapi harus waspada dan cerdas serta bijak,” pungkas Eddi Suryanta Surbakti.
(rek/wii)





