Ditambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas terkait agar kejadian yang menurutnya merugikan masyarakat tersebut tidak terulang.
“Kita akan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan terkait harga bahan pokok, juga Dinas Sosial terkait keberadaan supplier ini, kan sudah merugikan masyarakat,” tambahnya.
Rudi berharap agar Dinas Sosial mengevaluasi keberadaan supplier yang memberikan bahan pangan tidak sesuai dengan jumlahnya.
“Dinsos harus selektif dalam menentukan supplier, jangan sampai masyarakat selalu menjadi korban, kalau tidak ada respon akan temuan ini bukan tidak mungkin kami akan lakukan aksi demo,” lanjutnya.
Terpisah, Bantuan Pangan di Kecamatan Waylima yang diberikan tidak jauh berbeda dengan yang ada di Kecamatan Kedondong.
“Ini supplier baru mas, kami E-Warong hanya menjalankan instruksi dan menyalurkan kepada KPM, kami mendapatkan fee Rp. 7.000,- dari penyalur ini,” ungkap salah seorang pemilik E-Warong
Dikatakan, jumlah bahan pangan yang diterima berupa kentang 1kg, apel 1kg, kacang hijau 1/4 kg, telur 15 butir dan beras 12kg.
“Mas hitung sendiri saja berapa jumlahnya jika kita belanja sendiri ke warung,” kata dia.
Sedangkan saat wartawan media ini mencoba menimbang 5 butir apel hanya 800gr, dan tidak sampai 1kg.
Saat dikonfirmasi koordinator lapangan PT MJM, Indra tidak menjawab telepon meskipun handphone dalam keadaan aktif.
(Apr/Rob/WII).





