Gasak Ratusan Juta-Emas Puluhan Gram Emas di Sumut, 4 Bandit Asal Lamtim, Seberang Pulau dan 1 Warga Lokal Didoorr Polisi Karo

2459

KARO, WAKTUINDONESIA – Lima pria terpaksa dilumpuhkan Polisi Tanah Karo, Sumut, Jumat (22/1/21).

Mereka harus berurusan dengan hukum lantaran diduga melakukan pencurian uang ratusan juta dan puluhan gram emas 24 karat di rumah JG (51) di Bunuraya, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo.

Yang mengejutkan, empat dari lima terduga yang dicokok itu, berasal dari luar Provinsi Sumut.

Bahkan dua diantaranya berasal dari seberang laut, yakni Egif Vieni Emeli (47) warga Cianjur, Jawa Barat (Jabar), yakni dan Suprianto (39) warga Desa Manggis Provinsi Jawa Timur.

Dua lainnya berasal dari Lampung Timur (Lamtim), Lampung, yaitu Misman (33) dan Pardi (46).

Sementara satu lagi atasnama Brahim Pehulisa Brahmana, alias Ameng (35) tercatat warga Desa Pagar Merbau Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang. Ameng juga tercatat berdmisili di jalan Tigapanah Desa Bunuraya Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo.

Kelimanya dilaporkan JG dengan Nomor: LP /48/1/2021/SJ/Res T.Karo, 20 Januari 2021. Pasal yang dilaporkan, 363 ayat )1) ke-4e dari KUHPidana.

Dalam laporannya, JG mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp258 juta dan cincin emas 24 karat seberat 23gram.

Merima laporan itu, polisi bergerak.

Demikian ditandaskan Kasatreskrim Polres Tanah Karo, AKP Andrian Risky Lubis di Polres Tanah Karo, Jumat (22/1/21) sekitar pukul 18.50 WIB.

Lanjut Kasat Reskrim menjelaskan, Brahim Pehulisa Brahmana awalnya diciduk di depan Hotel Ananda Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang.

“Setelah diintrogasi pelaku mengakui aksi pencurian yang dilakukan bersama komplotannya di rumah JG.”

“Selanjutnya, tim melakukan pengembangan sehingga komplotannya yakni Misman, Pardi, Supriantao, Egif Vieni Emeli dapat diamankan di jalan Lintas Sumatera Kecamatan Pulo Raja Kabupaten Asahan,” bebernya.

Polisi juga mengamankan barang bukti, yakni uang sebesar Rp137,5 juta dan cincin emas 23Gram dan satu unit minibus berplat F.

BACA JUGA:  Untuk Bayar Gaji ke-13 ASN, Pemkab Lampura Siapkan Anggaran Rp35 Miliar

“Saat ini, terduga telah kami amankan di Polres Tanah Karo untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya,” jelas kasat.

Sementara seorang terduga, Ameng kepada wartawan mengatakan, ia dengan pamannya (Famili jauh, Red), JG, sering bertaruh judi laga (sabung) ayam dengan taruhan jutaan rupiah. Uang yang ditaruhkan hasil usaha saya membuka ekspedisi pengiriman sayur kol di Desa Bunuraya. Judi mengakibatkan uang saya habis, kalah bermain judi,” ceritanya.

Karena uang sudah tak ada, ia berniat dan menggasak uang sang paman, JG.

Ia tahu, sang paman menyimpan sejumlah uang di rumah pamannya itu.

“Untuk itu, saya dan anggota saya berembuk untuk melakukan pencurian,” ujarnya.

“Selanjutnya, Rabu 20 Januari 2021 sekitar pukul 09.00 WIB rumah JG telah dipantau anggota (komplotan) saya. Dan pada pukul 10.30.WIB rumah dimasuki dengan mencongkel pintu mengunakan parang dan menggambil uang dan emasnya,” pungkas Ameng.

(rek/WII)

Facebook Comments