LIWA, WAKTUINDONESIA – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) belum pastikan penggunaan anggaran dalam penanganan corona virus dissaese 2019 (covid-19) pada tahun 2021.
Walapun, diketahui saat ini terjadi lonjakan kasus covid-19 dalam satu bulan terakhir, tepatnya awal tahun 2021.
Anggaran dana sebagai penunjang untuk penanganan, pencegahan dan pengamanan Covid-19 masih dalam proses inventarisasi, mengingat kebutuhan akan dana dalam rangka memutus dan mengakhiri pandemi Covid-19 ditengah masyarakat menjadi program serius yang harus di entaskan pemerintah setempat.
“Anggaran penanganan Covid-19 tentu menjadi prioritas mengingat Pandemi Covid-19 ini mengancam keselamatan jiwa, kinerja pemerintahan dan juga ekonomi masyarakat,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lambar Okmal, saat dikonfirmasi waktunindonesia.id diruangkerjanya, Rabu (3/2/2021).
Adapun besaran anggaran yang akan direlokasikan kembali dalam rangka penanganan Covid-19, mengingat telah terjadi pandemi sejak 2020 lalu hingga berlanjut sampai tahun 2021 saat ini, pihaknya menjelaskan masih dalam tahap inventarisasi.
“Kita masih belum bisa menyembut angka pasti, namun yang jelas kita saat ini masih menginventarisasi terkait anggaran penanganan Covid-19 ini, seperti misalnya pemberian makanan pada ibu hamil dan balita oleh Dinkes, lansia dan penanganan darurat pada Dinas Sosial juga penegakan disipilin (Gaplin) oleh Satpol PP dan lain sebagainya,” terangnya.





