Warga Keluhkan Limbah Diduga Asal PT MAA Cemari Sungai, Security Halangi Wartawan

215

BARADATU, WAKTUINDONESIA – Warga Blambangan Umpu, Waykanan, khususnya yang tinggal di Dusun Tujuh Km6 mengeluhkan kondisi air sungai yang selama ini diduga terkontaminasi limbah asal pabrik PT Mahameru Aksara Agri (MAA), Jumat (19/2/21).

Indikasinya, sebelum pabrik milik PT MAA, air sungai yang selama ini dipakai untuk keperluan sehari-hari tidak seperti saat ini, nyaris tak bisa digunakan untuk kebutuhan warga.

Sejumlah sember kepada wartawan Waktuindonesia.id di lapangan menyebut, warga sekitar yang tinggal di dekat sungai yang diduga tercemar limbah tersebut. Sungai itu digunakan warga mandi, mencuci serta menjadi tempat hewan ternak minum.

“Saat kami mandi lumpur menempel di kulit dan baju yang di cuci badan menjadi gatal. Sekarang sudah hampir tidak bisa di gunakan lagi semenjak PT MAA beroperasi,” kata sumber warga sekitar sungai.

Dikatakan, sejak PT tersebut mulai beroperasi air sungai yang biasa dugunakan untuk kebutuhan sehari-hari mengandung lumpur dan tidak pernah jernih walaupun musim kemarau.

Bahkan, menurut warga di pinggir sungai tersebut ada satu sumur yang biasa di pakai warga untuk minum dan memasak dan sekarang diduga sudah terdampak limbah sungai juga. Karena kalau di pakai minum tenggorokan gatal dan serek rasa airnya pun asam sehingga sekarang pemilik sumur minum air galon.

Wartawan Waktuindonesia.id sempat mencoba mengonfirmasi hal itu ke pihak PT MAA, namun dihalangi scurity alsan harus buat janji dulu.

(ndo)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Lobster Budidaya Dilepasliarkan di Kawasan Konservasi Laut, Bupati Agus Puji Terobosan CV GJP