Dilanjutkan, khusus untuk desa-desa yang kini bermasalah, pihaknya bakal koordinasi dengan inspektorat.
“Ada tidak kerugian negara akibat kelalaian atau mungkin ada unsur kesengajaan. Untuk menentukan ada tidaknya kerugian negara prosesnya melalui pemeriksaan,” ujarnya.
Sementara Kades Golondele, Wilbrodus Nani, mengakui kesalahannya dan meminta maaf.
“Saya mengaku bahwa secara aturan saya disalahkan dan saya minta maaf kepada masyarakat Golondele. Berkaitan dengan tidak transparan DD melalui papan informasi/baliho itu merupakan kekeliruan dari kami. Padahal papan informasi/baliho itu pengadaannya sudah lama. Hanya baliho itu begitu datang kami lipat akhirnya simpan. Karena kebanyakan kesibukan maka kami lupa untuk pasang dan bukannya kami tidak transparan,” ujarnya.
Ia mengaku papan informasi/baliho dimaksud telah dipasang sejak dua oekn terakhir.
“Sudah kami terpasang dua minggu yang lalu,” ungkapnya. (*)
Laporan: O. Jemarut
Editor: Merly Sentosa





