Budidaya ikan cocok dengan kondisi lingkungan desa karena ketersediaan air yang melimpah.
Agar potensi yang ada semakin lebih maju dan berkembang, tandas Supardi, maka harus dikelola dengan baik.

Karena itulah desa menyiapkan dukungan infrastruktur guna memberi perhatian agar bisa berjalan optimal dan berkesinambungan.
“Tapi, untuk sementara yang lebih potensial dikembanhkan adalah ikan lele karena usia panennya cepat sekitar 2,5 -3 bulan, sehingga perputaran uangnya relatif stabil.
Kolam ini, rinci Supardi, tidak hanya untuk pembesaran tetapi juga pembenihan.
“Dengan demikian unit usaha yang akan dijalankan tidak semata menjual ikan konsumsi, tapi juga menjual benih ikan,” terangnya.
(fan/aga/wii)





