Serta yang terpenting peningkatan sumber daya manusiannya. Dengan demikian, pihaknya berharap pengelolaan kopi dapat maksimal.
“Jadi dari hulu sampai hilir harus di evaluasi, dilakukan penguatan dengan semua sektor. Karena branding kopi tidak bisa lepas dari Kabupaten Lampung Barat, apalagi disini ada sekolah kopi, itupun harus mampu menguatkan sumberdaya manusia,” tegasnya.
Mulyadi mengatakan, Pemprov Lampung sangat mendukung akan pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Lambar. Khusunya pada pengembangan kopi yang ada diwilayah setempat.
“Kami di provinsi sepakat terhadap aspek infarstruktur, pendidikan dan kesehatan dan lainya. Tapi sekali lagi saran provinsi jangan main di luar zona koordinat, karena kekayaan perkebunan yang Lambar miliki merupakan keniscayaan. Kopi branding Lampung Barat, jangan dilepas, mudah-mudahan bisa membuat Lambar Hebat,” pungkasnya.
Sekadar informasi, Vietnam dalam produksi biji kopi dunia di urutan kedua terbesar, yakni 3 ton per hektare (Ha).
Negara itu dibawah produksi Brazil yang menempati urutan pertama, sekitar 4 ton per Ha.
Menyusul Indonesia di posisi ketiga, di kisaran angka 600 Kg per Ha.
(swi/esa/WII)





