Awas Jangan Salah! Istilah Pjs, Pj, Plt dan Plh Kepala Daerah itu Beda Loh..

  • Bagikan

Ada sejumlah Istilah pengganti kepala daerah definitif, yakni Penjabat (Pj) , Penjabat Sementara (Pjs), Pelaksana Tugas (Plt) dan Pelaksana Harian (Plh).

Sebagian orang bisa saja belum  tahu perbedaan empat istilah itu dan kapan istilah itu disematkan.

Meski ada kesamaan makna, yaitu sebagai pengganti sementara kepala daerah definitif. Empat istilah itu punya makna berbeda.

Lantas apa bedanya istilah-istilah itu. Berikut ulasannya:

Pj. Istilah Pj kepala daerah diatur Undang-undang No. 10/2016. Penunjukkan Pj mana kala kepala daerah definitif habis masa jabatan dan masa jabatannya paling lama satu tahun sejak dilantik. Biasanya Pj diisi pejabat tinggi madya di provinsi.

Terbaru seperti Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo yang ditunjuk Pj bupati Pesisir Barat.

Kemudian, Pjs. Istilah untuk pengganti sementara kepala daerah definitif mana kala bupati dan wabup kembali maju di pilkada dan wajib cuti. Masa jabatan Pjs bergantung durasi cuti bupati dan wabup saat kampanye.

Istilah Pjs merupakan turunan dari Pasal 70 UU No 10/2016 tentang Perubahan II atas UU No 1/2015 tentang Penetapan PERPPU No 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota menjadi UU.

Kemudian istilah Plh. Plh diisi sekretaris daerah ketika masa jabatan kepala daerah kurang dari sebulan.

Terakhir Plt. Plt ini mengacu Pasal 65 dan 66 UU No, 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Plt dijabat seorang wakil kepala daerah karena kepala daerahnya berhalangan.

Dari empat istilah di atas, hanya Plt yang bagian dari hasil pilkada karena diisi wakil kepala daerah.

Sedangkan, Pj, Pjs dan Plh merupakan hasil proses administrasi negara.

(bbs/WII)

BACA JUGA:  Besok, Presiden Jokowi Dijadwal Resmikan Bendungan Way Sekampung, Warga Dilarang Beraktivitas di Aliran Sungai
  • Bagikan