Lambar Gelar Bimtek Eksportir Kopi, Upaya Nyata Mendukung Gratieks

  • Bagikan

LIWA, WAKTUINDONESIA –  Kabupaten Lampung Barat (Lambar) terus memantapkan sekaligus mematangkan predikatnya sebagai produsen kopi terbaik di Tanah Air.

Berbagai upayapun ditempuh, mulai dari penggunaan bibit berkualitas, pemeliharaan, perlakuan pascapanen, dan hal terkait lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitasnya.

Terbaru, pada Senin (5/4) misalnya, Lambar menggelar
bimbingan teknis (Bimtek) calon eksportir kopi bertempat di
Sekolah Kopi Pekon Sukaraja Kecamatan Sumberjaya, dibuka Wakil Bupati (Wabup) Drs. Mad Hasnurin, dihadiri drh. Muhammad Jumadh, M.Si kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Lampung, Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si., Kepala Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian Lampung, Kepala Dinas Perkebunan Ir. Nata Djudin Amran, Kepala Dinas Pertanian Ir. Rusdi, Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Camat Sumberjaya, dan peserta.

Wabup Hasnurin mengatakan selama ini sistem transaksi kopi di Lambar masih menggunakan perusahaan atau nama lain dari luar Lambar.
Sehingga di luar sulit ditemukan identitas green bean (biji kopi) premium asal Lambar, meski notabene produk tersebut berasal dari Lambar.
Karena itu, tandas Hasnurin, bimtek calon eksportir kopi tersebut diharapkan mampu memicu (mentrigger) lahirnya eksportir kopi muda di Lambar.

“Untuk itu keseriusan peserta dalam mengikuti proses bimtek ini perlu dengan didasari niat yang ikhlas dalam rangka memajukan kopi sebagai ekonomi dan budaya masyarakat Lambar,” ujar Hasnurin.

Sementata Kepala Balai Karantina Pertanian Lampung, Jekvy Hendra mengapresiasi
dukungan dari petani dan Pemkab Lambar atas komitmen menjadikan kopi sebagai produk unggulan, yang karenanya faktor pendukuanya pun diupayakan lebih proporsional dan profesional.

“Sehingga bimtek ini dapat terlaksana dengan baik dalam mensukseskan program Kementerian Pertanian Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratiek),” katanya.

Dijelaskan, bimtek merupakan
ikhtiar agar petani mampu membuka peluang bagi pebisnis, petani, dan pegiat kopi yang merasa kesulitan dalam mengekspor dan mengolah kopi.

BACA JUGA:  Dinas UMKM Pesawaran Dukung Aktifnya Koperasi Pena Mas PWI

Pada kesempatan itu juga diserahkan tanda daftar varietas oleh BPTP kepada Wabup Hasnurin dan peninjauan usaha mikro kecil dan menengah.
(aga/WII)

  • Bagikan