Pemkab Lambar Terima Kunker Kemenristek BRIN/ASTPI  

  • Bagikan

LIWA, WAKTUINDONESIA – Pejabat Lambar menggelar audiensi dengan tim Asosiasi Science Techno Park Indonesia (ASTPI) di Ruang Rapat Pesagi Setkab, Jumat (9/4/21), dihadiri Bupati Parosil Mabsus,
Assisten II Wasisno Sembiring, Sahli Ekbang Muliyono, Kepala Bappeda, Agustanto Basmar, Kadis Kominfo Padang Priyo Utomo, Kadis Koperindag Sugeng Raharjo, Sekretaris TPH Danang Harisuseno,
dan beberapa pejabat terkait lainnya.

Sementara dari ASTPI hadir DR. Lukito Hasta (Direktur STP Kemenristek/Ketua Umum Asosiasi STP Indonesia/Kapala Divisi Pengembangan STP Universitas Padjadjaran,
Ir. Gopa Kusworo, M.Eng (Sekjen Asosiasi STP Indonesia/Konsultan World Bank Bidang Komersialisasi Iptek-2020),
DR. Agus Eko Tjahyono (B2TPBPP Teknologi Lampung-Pengarah STP Lampung Tengah).

Parosil berharap diskusi tersebut menjadi langkah awal implementasi yang menjadi harapan dan keinginan bersama mendukung kebijakan baru.

Program yang sudah dilakukan, tandas Parosil, membutuhkan jejaring baru, pertama terkait sekolah kopi.

“Sekolah kopi memang sudah dibangun, namun kita mengakui kondisi fasilitasnya belum sepenuhnya lengkap,” ujar Parosil.

Lanjut Pakcik, sapaan Parosil, secara perencanaan, pemkab mempunyai komitemen serius dalam pengelolaan sekolah kopi dari hulu hingga hilir.

Lambar terdiri atas 15 kecamatan, 131 pekon, dan lima kelurahan, dengan potensi unggulannya kopi.

Selain kopi, beber Parosil, Lambar mempunyai potensi tak kalah dari segi holtikurturanya.

Saat ini Lambar juga tengah menyeimbangkan penggarapan pariwisata.

Misalnya kawah nirwana di Suoh. Dimana kawah semisal itu hanya ada dua di Lambar dan Amerika Serikat.

Persoalannya, spot kawah di Lambar masuk areal Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), sehingga birokrasi pengelolaannya harus menyesuaikan.

“Tetapi kita sudah mengajukan permintaan ke Pemerintah Pusat untuk memberikan perhatian serius dalam pengelolaan kawah tersebut,” tandas Pakcik.

Lebih jauh Parosil mengemukakan, sebelum membuat sekolah kopi, pihaknya telah merancangnya seperti Geopark Suoh.

BACA JUGA:  Laka Lantas di Sergai, Pengendara Sepeda Motor Tewas, 2 Luka-Luka

Akan tetapi karena kondisinya masih di TNBBS, sehingga Lambar lebih fokus ke pengelolaan sekolah kopi.

“Saya menyampailan selamat datang, terima kasih atas kepedulian dan perhatiannya kepada Tim ASTPI yang telah berkunjung ke Lambar,” pungkas Parosil.

(aga/WII)

  • Bagikan