Banjir Terjang Jalur Liwa-Krui, juga Longsor di Wayrobok

2254

LIWA, WAKTUINDONESIA – Intensitas curah hujan yang tinggi di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) pada hari ini, Jumat (14/05/21) mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah setempat.

Salah satunya di Jalan Lintas Liwa, Lambar -Krui, Pesisir Barat (Pesibar) tepatnya Pekon Kubu Perahu terjadi banjir yang meluap ke jalan nasional ini. Akibatnya, akses jalan menuju Kabupaten Pesibar sempat lumpuh.

Sementara tanah longsor juga terjadi di Jalan Way Robok yang merupakan akses penghubung antara Kelurahan Way Mengaku (Kompleks pemda) dan Pantau (SMP 2 Liwa), Bakikbukit.

Kepal Bidang Kedaruratan dan Logistik di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lambar, Mekal Novisa, mengatakan bahwa Lambar intensitas curah hujan yang tinggi pada hari ini mengakibatkan Jalan Lintas Liwa-Krui banjur dibeberapa titik di Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit.

Menurutnya, banjir diakibatkan drenase yang ada tidak mampu menampung dibey air. Alhasil, air meluap kejalan dan mengakibatkan banjir di sekitaran Kolam Renang Way Sindak.

“Tim BPBD telah melakukan penyisiran di Jalan Ruas Liwa – Krui sampai dengan Perbatasan Pesibar dan tidak ditemukan adanya material/longsoran yang menutup badan jalan, hanya saja drainase tidak mampu menampung debit air sehingga airnya meluap ke badan jalan,” tulisnya.

Dikatkannya, memang terjadi bencana lonsor dan pohon tumbang di Jalan Liwa-Krui. Namun, lokasi kejadian masuk wilayah Kabupaten Pesibar. Kejadian tersebutpun sudah ditangani oleh pemkab setempat.

“Iya tadi satgasku udah sampe perbatasan terus balik kanan karena aman, tau gitu tadi langsung terus dikit, ini udah diliwa lgi nanganin banjir,” katanya.

Sementara itu, bencana tanah lonsor terjadi Jalan Penghubung Pemda Way Mengaku РSMPN 2 Liwa Pantau  atau Jalan Way Robok Kecamatan Balik Bukit. Matrial lonsor dengan panjang kurang lebih tujuh metet dan lebar 5 meter membuat akses lalu tersendat.

BACA JUGA:  Kecamatan Ibukota Lambar Zona Merah Covid-19, Ini Dasar Penetapan Zonasi

Akan kejadian tersebit Tim PCR BPBD dan Satgas PB langsung menuju ke lokaso kejadian.

“Korban jiwa nihil. Setelah menerima informasi tersebut, Tim TRC BPBD bersama-sama dengan Satgas PB segera melakukan penanganan darurat dan evakuasi tanah longsor tersebut menggunakan peralatan manual dan memakan waktu kurang lebih 60 menit, Pukul 21.00 WIB lalu lintas sudah kembali normal bisa dilalui oleh kendaraan R2 dan roda 4,¬† penangan lebih lanjut dikoordinasikan dengan instansi terkait,” katanya. (swi/WII)

Facebook Comments