Kasus Dugaan Sodomi Sekkon di Gadingrejo Disoroti KPAI Pusat

  • Bagikan

GADINGREJO, WAKTUINDONESIA – Kasus pelecehan seksual anak di bawah umur yang diduga dilakukan oknum Sekretaris Pekon (Sekkon) di Kecamatan Gadingrejo,  Kabupaten Pringsewu, Lampung disoroti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pusat.

Komisioner KPAI, Putu Elvina, menegaskan bakal berkirim surat ke Polres Pringsewu dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan  Keluarga Berencana (P3AP2KB).

Surat itu dimaksudkan agar kedua lembaga itu segera menindaklanjuti dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Nanti kami surati secara resmi agar yang mereka lakukan bisa dipertanggungjawabkan secara resmi,” kata Putu Elvina melalui sambungan telpon, Kamis (20/5/21).

Ia menjelaskan kepolisian bisa membuat form, isinya menyatakan bahwa ada beberapa kasus yang menjadi perhatian masyarakat.

“Jadi kepolisian bisa membuat respon cepat dengan membuka form tersebut  tanpa ada pelaporan, karena ini menjadi kejahatan yang meresahkan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Ia menerangkan, dalam kasus anak ini diperlukan pendamping. Dan keberhasilan kasus ini juga bergantung kesiapan dari korban anak.

“Walaupun polisi sudah menindaklanjuti tapi jika korban atau keluarga tidak kooperatif, ini akan sulit untuk penegakan hukum,” terangnya lagi.

Dalam kasus ini, Putu Elvina berharap banyak pada dinas perlindungan anak dan perempuan bisa turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Mengingat, banyak anak yang menjadi korban kekerasan seksual, untuk itu masalah ini harus ditangani secara serius.

“Pemda melalui dinas harus proaktif, jangan biarkan kasus  ini tidak tertangani dengan baik dengan melakukan upaya perlindungan dan  pendamping terhadap korban anak,” ujarnya.

Ia juga menyarankan, dinas ataupun aparat kepolisian harus melakukan pendekatan persuasif terhadap korban dengan membawa psikolog atau konselor yang bisa kemudian melakukan asesmen terhadap korban.

“Jika dilakukan psikolog, pasti berbeda pendekatannya. Memastikan korban mau bersuara untuk upaya penegakan hukum. Kalau saat diassesmen dan anak mengakui, dan bisa bersaksi bahwa ada korban lainnya, ini bisa dilakukan penegakan hukum, agar pelaku tidak melakukan hal serupa kepada anak-anak lainnya,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Ini Pihak Pembabat Rumput Liar Jalur Waymengaku - Perbatasan OKUS

Sementara, Dinas P3AP2KB Kabupaten Pringsewu mengaku sudah melakukan advokasi terkait kasus pelecehan seksual (Sodomi) terhadap anak di bawah umur tersebut.

Kepala Dinas P3AP2KB, Purhadi, mengatakan dirinya sudah memerintahkan jajaran untuk turun langsung ke lapangan.

“Sebelum lebaran, Senin (10/5), kami sudah turun ke pekon untuk melakukan advokasi. Hasil bahwa asal pelaporan dilakukan oleh korban X yang merupakan korban dari pelaku A. Korban X bersama orang tua melapor ke bhp bahwa telah dilakukan pelecehan oleh pelaku A,” kata  Purhadi, Kamis (20/5)

Menurutnya, dalam kegiatan tersebut pihaknya mendapat beberapa keterangan dari warga dan pekon.

“Lalu pelaku A yang ternyata adalah korban dari RAA melaporkan ke pihak pekon bahwa A dan tujuh korban lainnya telah dilakukan pelecehan oleh pelaku RAA,” jelas Purhadi.

Dia juga menambahkan dengan keterangan tersebut telah tergali dua terduga pelaku pelecehan seksual di mana satu pelaku dua korban.

Purhadi menegaskan pihak dinas PPPA Pringsewu menekankan dan menyarankan kepada pihak pekon dan korban untuk melanjutkan proses kasus ini sampai ke kepolisian dan tahap pengadilan.

(Rul/Esa/WII)

  • Bagikan