“Seperti data ketenagaan penyuluh pertanian (Penyuluh PNS, Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian, Penyuluh Swadaya), data Kelembagaan Petani (Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Kelembagaan Ekonomi Petani,” tegasya.
Selain digitalisasi untuk memudahkan, menurut Rusdi, aplikasi tersebut juga sebagai bentuk tranparansi sehingga semua masyarakat bisa mengkroscek.
Rusdi pun mengatakan, SIMLUHTAN yang mulai diberlakukan sejak 2014 silam itu telah meregister sejumlah Poktan di Bumi Beguwai Jejama tersebut.
“Ada lebih kurang 1.800 poktan Lambar yang telah teregister di SIMLUHTAN, jadi bagi masyarakat yang ingin mendapat bantuan segera di urus berbagai persyaratan, salah satunya membentuk atau ikut dalam kelompok tani,” tutupnya.
(erw/WII)





