Karenanya, dia meminta dukungan seluruh tetua adat dalam pembangunan Museum Tapis Alquran yang rencananya akan dibangun di wilayah setempat dengan melibatkan perajin kain tapis.
Lebih lanjut, dia berpesan agar majelis adat tersebut menjadi media pemersatu warga Pesawaran dengan memberikan teladan terbaik dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ada lima hal yang perlu saya sampaikan untuk kemajuan MPAL, yakni melakukan penataan, pelayanan masyarakat, merapikan pendataan, pencitraan yang baik, serta menyiapkan pendanaan untuk program yang akan dilaksanakan,” pesan Dendi.
Di tempat yang sama, Ketua MPAL periode 2015-2020, Muaddin Yusuf menyebut gelaran Musda merupakan forum musyawarah untuk memilih pengurus baru yang akan menjalankan roda organisasi hingga 2025 mendatang.
“Agenda lima tahunan ini untuk melanjutkan roda organisasi dan memilih kepengurusan baru lima tahun ke depan,” tutupnya.
(apr/WII)





