“Itu inisatif kami, Dishub, untuk mengantisipasi para pengguna lalu lintas bandel, kan bisa saja di selah-selahnya itu dimanfaatkan pengguna kendaraan bermotor untuk melawan arah, sehingga kita pasang tali tambang,” jelasnya.
Usman pun menerangkan, seharusnya alur lalu lintas yang harus dipatuhi para pengguna kendaraan bermotor arah Bandar Lampung ke Sukau via jalur Seranggas, harus berputar terlebih dahulu di Bundaran, Tugu Kayu Akha.
“Sebelum ada Water Barrier, khususnya yang dari arah Bandar Lampung, mereka langsung saja masuk ke arah pertigaan tanpa berputar dahulu di Bundaran Tugu Kayu Akha, sehingga perilaku demikian membuat laju lalu lintas terhambat dan bisa memicu laka lantas,” terang Usman.
Masih kata Usman, 28 pembatas jalan yang dipasang oleh pihaknya bekerjasama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lambar itu turut diisi air agar tidak bergeser dari poros semestinya.
“Watter Barrier yang kita pasang itu ada tempat penampungan cairan yang kita isi dengan air, dengan harapan agar di kondisi tertentu seperti angin kencang maupun hujan deras tidak bergeser dan tetap di posisi semula,” tutupnya.
(erw/WII)





