“Dari awal pandemi, kami sudah membuat imbauan yang kami pasang di depan pintu RS. Satu pasien hanya ditunggu oleh satu orang keluarganya saja,” kata Nofly.
Meskipun, lanjut dia, pada kenyataannya, masih saja ada keluarga yang bandel untuk memasuki RS.
“Kami juga kewalahan kadang, tapi itu mereka bandel-bandel sekali tetap masuk ke dalam rumah sakit,” keluh Nofly.
(Rul/WII)





