Sekolah hingga OPD Tergembok, Pemkab Lambar Berlakukan WFH

  • Bagikan

“WFH ini efektif diberlakukan mulai Senin (12/6/21) jadi semua kantor perangkat daerah harus memberlakukannya,” kata bupati yang karib disapa Pakcik itu.

Karena menurut Parosil, Kebijakan WFH tersebut sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 yang hingga kini belum berakhir.

“Hingga kini angka penyebaran terus meningkat dan angka kematian akibat terpapar virus tersebut cukup tinggi, sehingga langkah WFH harus kita tempuh sebagai salah satu langkah pengendalian,” jelas Parosil.

Lanjut Parosil, doa bersama yang digelar secara virtual di kediamannya Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu itu sebagai bentuk ikhtiar dan doa pemerintah daerah terhadap keluarga besar masyarakat yang terkena musibah dan menjadi korban dari wabah Covid-19.

“Diimbau seluruh masjid yang ada di Lambar untuk melakukan doa bersama usai melaksanakan sholat jumat, agar kita terhindar dari musibah dan wabah Covid ini segera berakhir,” paparnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Lambar, terkonfirmasi positif Covid-19 di kabupaten itu belum menunjukkan penurunan. Bahkan sejak Kamis – Sabtu (8-10/7) cendrung menunjukkan peningkatan signifikan.

Menurut Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid 19, Diskes Lambar, Erna Yanti mendampingi Kediskes Widyatmoko Kurniawan, pada Kamis (8/7) terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 24 kasus. Sehari setelah itu, Jumat (9/7), meningkat dengan 32 kasus terkinfirmasi positif coronavirus.

Dan Sabtu (10/7) kembali meningkat, 42 kasus.

Sejak awal pandemi 2020 silam, total kasus terkonfirmasi positif virus SARS- CoV-2 di Lambar 1.125.

“Rinciannya, 835 selesai isolasi dan 53 kematian,” tandasnya.

 

(esa)

BACA JUGA:  Kejari Pastikan Kerugian Rp15,6 M Berbeda dengan yang Membelit Mantan Cabup Pesisir Barat
  • Bagikan